Sadis, Petani Karet di PALI Tewas dengan Luka Bacok di Sekujur Tubuh

Sindonews · Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:40 WIB
Sadis, Petani Karet di PALI Tewas dengan Luka Bacok di Sekujur Tubuh

Jenazah Eswari usai dievakuasi ke RSUD Pali. (Foto: Sindonews)

PALI, iNews.id - Seorang petani karet di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, ditemukan tewas berlumuran darah di kebun miliknya. Di samping korban, ditemukan sebilah parang yang diduga digunakan pelaku untuk membacoknya. Hingga kini, polisi masih menyelidiki untuk mengungkap motif pelaku.

Peristiwa tewasnya korban sontak membuat warga Desa Persiapan Jeramba Besi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI geger, Selasa (14/8/2018) sore. Korban atas nama Eswari (49), ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka bacok di tengah kebun karet miliknya.

Korban awalnya berpamitan untuk pergi ke kebun miliknya yang berada di Desa Sungai Langan, Kecamatan Penukal. Kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, anak korban menyusul setelah mendapatkan informasi korban dibacok. Saat ditemukan korban dalam posisi telungkup dan bersimbah darah.

Kanit Reskrim Polsek Penukal, Ipda M Arafah mengatakan, korban ditemukan dengan posisi tertelungkup, bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa lagi. “Kami dapat laporan dan langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Selanjutnya korban kami bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk dilakukan visum dan tindakan medis," ujar di RSUD PALI, Selasa (14/8/2018) malam.

Belum diketahui motif pembunuhan ini. Apalagi, sepeda motor korban tidak hilang dan terparkir tidak jauh dari jenazahnya. "Diduga korban pembunuhan, namun untuk motif dan jumlah pelaku masih dalam penyelidikan," katanya.

Petugas juga menemukan dan mengamankan barang bukti sebilah senjata tajam jenis golok. "Golok yang berlumuran darah sekitar 4 meter dari korban, serta motor korban yang terpakir sekitar 20 meter dari korban ditemukan," ucapnya.

Anak korban, Efrianto (27) mengatakan, selama ini orang tuanya tidak memiliki musuh dan tidak pernah selisih paham baik dengan kerabat maupun tetangga. "Siang bapak (korban) pamit pergi ke kebun sendirian. Sepengetahuan saya, bapak tidak memiliki musuh," ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra