Lahan Dekat Wisma Atlet Jakabaring Terbakar, Gubernur Turun Lapangan

Guntur ยท Kamis, 21 Agustus 2018 - 23:42 WIB
Lahan Dekat Wisma Atlet Jakabaring Terbakar, Gubernur Turun Lapangan

Helikopter BPBD menyiram lahan terbakar di dekat wisma atlet JSC Palembang. (Foto: iNews/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id – Di tengah meriahnya pesta olah raga Asian Games 2018, kebakaran lahan justru terjadi di dekat kompleks apartemen atlet di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (21/8/2018). Belum diketahui luasan lahan yang terbakar, namun saat ini sudah dalam penanganan satgas pengamanan.

Pantauan iNews di lokasi, asap tampak membumbung tinggi di atas lahan kosong tanaman gambut pukul 16.00 WIB. Jarak antara kobaran api dengan apartemen atlet Asian Games hanya berkisar 200 meter.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, empat helikopter water bombing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel terlihat bolak-balik secara bergantian untuk proses pemadaman. Tak hanya itu, pemadaman api juga melibatkan 10 unit armada pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkot Palembang dan Provinsi Sumsel. Sementara di areal lokasi, tampak ratusan personil gabungan TNI, Polri, Damkar, dan BPBD turun tangan memadamkan api.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin bahkan turun langsung memantau perkembangan penanganan kebakaran lahan tersebut. Menurutnya, kondisi ini disebabkan kemarau sehingga memicu percikan api yang membakar lahan kering tersebut.

“Di musim kemarau yang berangin ini, tanaman kering rentan saling bergesekan dan memicu kebakaran. Belum lagi jika ada yang ceroboh yang membuang puntung rokok sembarangan,” kata Noerdin.

Namun dengan penanganan cepat satgas, dalam waktu setengah jam kebakaran lahan berangsur padam. Dia pun meminta personel satgas gabungan dapat terus meningkatkan kewaspadaan karena kejadian ini bisa sewaktu–waktu terjadi.

“Kami sudah mempersiapkan pos-pos pengamanan dan menyiakan personel maupun peralatan jika terjadi hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Saat ini, kebakaran lahan itu kini masih dalam penyelidikan oleh pihak terkait.


Editor : Donald Karouw