Ngamuk saat Dibangunkan dari Tidur, Suami di Pali Bacok Istri dan Anak

Bisrun SIlvan ยท Rabu, 29 Agustus 2018 - 14:39 WIB
Ngamuk saat Dibangunkan dari Tidur, Suami di Pali Bacok Istri dan Anak

Wakapolsek Talang Ubi Iptu Roni Hermawan menunjukkan barang bukti ke pelaku penganiayaan. (Foto: iNews/Bisrun Silvana)

PALI, iNews.id – Entah apa yang ada dalam benak Irawan, warga Keluarahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Pali, Sumatera Selatan (Sumsel). Dia mendadak kesetanan dan langsung menganiaya istri dan anak tirinya dengan sebilah golok hingga keduanya mengalami luka terbuka yang cukup serius.

Informasi yang dirangkum iNews, kejadian penganiayaan dengan senjata tajam itu berawal saat korban bernama Kanik membangunkan pelaku dari tidurnya. Korban meminta tolong agar mengeluarkan sepeda motor di rumah kontrakan mereka dan mengantarkan anaknya sekolah.

Namun permintaan itu ditanggapi sinis oleh pelaku yang merupakan suami korban. Pertengkaran pun terjadi, keduanya terlibat adu mulut. Pelaku menjadi gelap mata dan langsung mengambil sebilah golok. Dia kemudian membacok istrinya secara brutal hingga mengalami luka terbuka di bagian kepala, tangan, dan bagian tubuh lainnya.

Anak korban Dinda Sasmita pun tak luput dari amukan pelaku. Dia juga mengalami luka terbuka akibat bacokan di bagian tangan. Warga yang mendengar keributan langsung melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Tak berapa lama, anggota Polsek Talang Ubi datang dan mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pali untuk mendapat bantuan medis. Sementara pelaku Irawan ditangkap tanpa perlawanan. Polisi juga turut mengamankan barang bukti sebilah golok yang dipergunakan untuk menganiaya korban.

“Kami langsung ke TKP begitu menerima informasi masyarakat. Anggota membawa korban luka dan menangkap pelaku penganiayaan,” kata Wakapolsek Talang Ubi Iptu Roni Hermawan, Rabu (29/8/2018).

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Talang Ubi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Dia dijerat atas pasal penganiayaan dan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman sembilan tahun penjara.


Editor : Donald Karouw