Ditolak Ormas, Rocky Gerung-Ratna Sarumpaet Hanya 3 Jam di Palembang

Muhammad Riza Vahlevi ยท Sabtu, 01 September 2018 - 18:28 WIB
Ditolak Ormas, Rocky Gerung-Ratna Sarumpaet Hanya 3 Jam di Palembang

Penyelenggara FGD GSI Deny Tegar kecewa karena FGD yang menghadirkan Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung terpaksa dibatalkan di Palembang, Sumsel. (Foto: iNews/Muhammad Riza Vahlevi)

PALEMBANG, iNews.id – Kedatangan Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mendapat penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP). Akibatnya, acara Focus Group Discussion Gerakan Selamatkan Indonesia (FGD GSI) terpaksa dibatalkan. Bahkan, keduanya hanya diizinkan tiga jam berada di Kota Pempek.

Sebelum kedatangan Rocky Gerung dan Ratna Sarampaet, penolakan sudah muncul dari berbagai ormas dan OKP di Kota Palembang. Meskipun demikian, panitia FGD GSI Presidium Sumsel tetap menjadwalkan keduanya datang ke acara tersebut sebagai narasumber dalam diskusi, Sabtu (1/9/2018).

Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 344. Kedatangan mereka dikawal sejumlah aparat kepolisian dan panitia FGD GSI Presidium Sumsel.

Dari bandara, keduanya seharusnya langsung ke sebuah hotel tempat penyelenggaraan diskusi sebagai narasumber. Namun, diskusi akhirnya dibatalkan lantaran terjadi pembatalan sepihak oleh manajemen hotel.

Penyelenggara FGD GSI Deny Tegar mengatakan, pihaknya sangat kecewa karena acara FGD yang menghadirkan Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung sebagai narasumber dibatalkan sepihak. Bahkan, keduanya hanya diberi waktu selama tiga jam berada di Palembang. Mereka diharuskan segera kembali ke Jakarta. Akibatnya, tak hanya di Kota Palembang, agenda diskusi di sejumlah wilayah di kota lain di Sumsel pun harus dibatalkan.

“Kami sangat kecewa karena Kak Ratna dan Bang Rocky ini seperti bukan warga negara Indonesia. Padahal mereka adalah warga negara Republik Indonesia yang sah, namun dicekal. Ini pun kita dikasi kesempatan hanya tiga jam. Setelah itu, Kak Ratna dan Bang Rocky keluar dari Palembang,” paparnya.

Dia mengatakan, ke depan, kejadian seperti itu tidak boleh terulang lagi. “Ini yang harus kita tuntut ke depan, keadilan, hukum di negara kita ini bagaimana terhadap warga negara sendiri,” ujarnya.

Sementara Rocky Gerung juga menyampaikan kekecewaannya karena pembatalan acara FGD tersebut. Dia menyesalkan sejumlah ormas dan OKP yang sudah menuding dia akan menyampaikan hal yang buruk, sedangkan dia belum berbicara.

“Nara itu artinya pengetahuan, sumber adalah dia yang mengetahui itu. Jadi kalau disebut narasumber memang saya mengetahui. Konsekuensinya, yang saya ketahui harus saya ucapkan, itu jalan pikirannya. Sekarang orang-orang menganggap pikiran saya buruk, lho saya belum bicara,” papar Rocky Gerung.

Sebelumnya, kedatangan Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet diwarnai aksi unjuk rasa ormas dan OKP di Kota Palembang. Mereka datang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dan meminta agar keduanya segera meninggalkan Palembang.


Editor : Maria Christina