3 Tersangka Kasus Tewasnya Mahasiswa Unitas Palembang Jalani Pemeriksaan Perdana

Fitriadi ยท Sabtu, 02 November 2019 - 13:10 WIB
3 Tersangka Kasus Tewasnya Mahasiswa Unitas Palembang Jalani Pemeriksaan Perdana

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Malik Fahrin memberikan keterangan terkait pemeriksaan terhadap tersangka kasus tewasnya mahasiswa Unitas yang tewas saat Pra Diksar Menwa. (Foto: iNews.id/Fitriadi).

PALEMBANG, iNews.id – Sebanyak tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, Sumatera Selatan saat mengikuti Pra Pendidikan Dasar (diksar) Resimen Mahasiswa, mendatangi Mapolres Ogan Ilir untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Jumat (1/11/2019). Mereka didampingi tujuh penasehat hukum.

Pemeriksaan perdana ini dilaksanakan secara tertutup di gedung Satreskrim Polres Ogan Ilir, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Ketiga tersangka merupakan panitia pra diksar dan juga senior korban.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Malik Fahrin mengatakan belum mengetahui apakah ketiga tersangka ini akan langsung ditahan atau tidak.

BACA JUGA: Mahasiswa Unitas Tewas saat Pra Diksar Menwa, Polisi Tetapkan 3 Panitia sebagai Tersangka

“Itu nanti tergantung hasil pemeriksaan, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain” katanya, Jumat (1/11/21019).

Sebelumnya, Muhammad Akbar meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit saat mengikuti pra-Diksar Menwa gabungan dengan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) di Desa Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (17/10/2019).

Sehari sebelumnya korban mengalami kram dan sempat diperiksa senior saat mengikuti serangkaian kegiatan pada Rabu (16/10/2019). Namun, karena tidak ada perubahan, korban dibawa ke rumah sakit di Kabupaten Ogan Ilir.

BACA JUGA: Makam Mahasiswa Unitas yang Tewas saat Pra Diksar Menwa Dibongkar untuk Diautopsi

Meski sudah mendapat perawatan, nyawa korban tak tertolong hingga dibawa ke RS Bhayangkara Palembang dan dinyatakan meninggal dunia.

Polisi juga membongkar makam korban untuk kepentingan penyidikan dan mengetahui pasti penyebab kematianya. Hasil autopsi dijadikan sebagai barang bukti atas dugaan tindakan kekerasan yang dialami korban.


Editor : Umaya Khusniah