5 Komisioner KPU Palembang Jadi Tersangka Kasus Tindak Pidana Pemilu

Antara ยท Sabtu, 15 Juni 2019 - 17:20 WIB
5 Komisioner KPU Palembang Jadi Tersangka Kasus Tindak Pidana Pemilu

Ketua dan empat komisioner KPU Kota Palembang ditetapkan tersangka kasus tindak pidana pemilu. (Foto: ilustrasi)

PALEMBANG, iNews.id – Ketua dan empat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang ditetapkan tersangka kasus tindak pidana pemilu oleh Polresta Palembang, Sumatera Selatan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, lima komisioner KPU yakni, EF sebagai Ketua KPU Palembang, Al, YT, AB dan SA sebagai komisioner. “Iya sudah ditetapkan tersangka sejak Selasa (11/6), nanti diperiksa lebih lanjut," ujar Kompol Yon, Sabtu (15/6/2019).

Dia mengatakan, penetapan status tersangka tersebut setelah sebelumnya penyidik Polresta Palembang menerima laporan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Palembang dengan tanda bukti lapor No.Pol : LPB/1105/V/2019/SUMSEL/RESTA, pada (22/5/2019).

BACA JUGA: Sekretaris dan Bendahara KPU Makassar Tersangka Korupsi Dana Hibah

Menurut Yon, status tersangka ditetapkan setelah polisi memeriksa 20 orang dari pelapor dan saksi ahli, hasilnya para komisioner KPU Palembang itu diduga telah melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu sebagaimana dimaksud dalam primer Pasal 510 subsideir Pasal 554 UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dugaan lainnya, kata dia, tindak pidana dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya pada Pemilu Susulan Pilpres di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Ilir Timur II Palembang.
“Semuanya belum ditahan, nanti akan diperiksa lagi sebagai tersangka,” kata Kompol Yon.

Anggota KPU Provinsi Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan Hepriyadi menyayangkan penetapan status tersangka terhadap anggota KPU Kota Palembang YT oleh Polresta Palembang.

"Kami melihat proses yang dilakukan oleh KPU Kota Palembang selama pemilu sudah sesuai dengan aturan penyelenggaraan pemilu," kata Hepriyadi.

Dia mengaku sedang memberikan keterangan lebih lanjut kepada polisi untuk mencari duduk perkara. Dia pun berharap dapat meringankan status tersangka.


Editor : Kastolani Marzuki