6 Fakta Oknum TNI Tembak Mati 3 Warga di Prabumulih Sumsel

Berrie Brima ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 19:08 WIB
6 Fakta Oknum TNI Tembak Mati 3 Warga di Prabumulih Sumsel

Lokasi rumah duka korban penembakan Deni Faisal oleh oknum diduga anggota TNI di Kota Prabumulih, Sumsel. (Foto: iNews/Berrie Brima)

PRABUMULIH, iNews.id – Kasus penembakan menggemparkan warga Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel). Tiga warga tewas dengan luka tembak di kepala. Pelaku diduga anggota Kodim 0404 Muara Enim berinisial Serka CK, yang juga tewas setelah menembak kepalanya dengan senjata api usai mengeksekusi ketiga korban.

Berdasarkan informasi dirangkum iNews, ini sejumlah fakta sementara atas kasus penembakan yang menyita perhatian publik tersebut.

1. Pelaku dan Korban Saling Mengenal

Pelaku Serka CK mendatangi rumah korban Deni Faisal di Jalan Aroe, Kelurahan Gunung Ibbul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Kamis (6/12/2018) pukul 14.00 WIB. Dia datang bersama tiga rekannya. Dua ikut turun ke dalam rumah korban, Zainal Imron (45) dan Luken (35), keduanya warga Kelurahan Karangjaya, Kecamatan Prabumulih Timur. Kedatangan pelaku disambut korban dan mereka sempat berbincang ringan soal maksud kunjungan tersebut.


BACA JUGA:

Penembakan di Prabumulih, Dandim: Senjata yang Dipakai Buatan Pabrikan

Motif Serka CK Tembak 3 Warga Prabumulih, Dandim: Kasus Utang Piutang

Penembakan di Prabumulih, Keluarga Korban Minta Polisi Usut Tuntas


2. Ketiga Korban Ditembak di Kepala

Serka CK sempat bertanya mengapa telepon dari dirinya tidak diangkat. Korban Faisal menjawab, ponselnya sedang dipakai bermain oleh anaknya. Lalu, Serka CK kembali bertanya istri muda korban Faisal berasal dari mana. Belum sempat dijawab, pelaku langsung mengeluarkan pistol dan tanpa basa-basi menembak korban di kening bagian kiri.


Dua rekan pelaku yang turut di lokasi juga jadi korban penembakan. Masing-masing Zainal Imron (45) dan Luken (35). Mereka ikut tewas dalam kejadian itu dengan luka tembak di kepala. AKsi ini berlangsung cepat dan tak ada cekcok ataupun perselisihan di TKP.


Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2