Anggota Polda Sumsel Diduga Bunuh Diri dengan Menembak Kepala Sendiri

Firdaus ยท Senin, 01 Oktober 2018 - 22:21 WIB
Anggota Polda Sumsel Diduga Bunuh Diri dengan Menembak Kepala Sendiri

Polisi membawa korban Brigadir Apriadi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Sumsel, Senin (1/10/2018). (Foto: iNews/Firdaus)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PALEMBANG, iNews.id – Seorang anggota Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Brigadir Apriadi, tewas dengan kondisi kepala ditembus peluru senjata laras panjang, Senin (1/10/2018). Korban diduga menembak kepalanya sendiri saat bertugas menjaga pos sandar di pinggir perairan Sungai Musi, Desa Penuguan, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin. Namun, motif kejadian ini belum diketahui.

Anggota kepolisian dari Direktorat Polair Polda Sumsel itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna memastikan keadaannya. Namun, nyawa korban tidak bisa lagi diselamatkan. Brigadir Apriadi diduga telah mengembuskan napas terakhirnya saat perjalanan dengan jarak tempuh lebih 3 jam dari lokasi kejadian.

Korban tewas karena mengalami luka parah di bagian kepala. Brigadir Apriadi tewas dengan kondisi kepala ditembus peluru dari senapan serbu SS1 yang dibawanya.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban sempat dibawa oleh rekannya ke bidan desa terdekat. Namun, akibat luka yang diderita cukup parah, korban akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Kejadian ini membuat keluarga serta rekan korban terkejut dan histeris. Mereka tidak menyangka peristiwa ini akan terjadi.

Salah satu keluarga korban, Tajudin, mengaku selama ini korban tidak pernah banyak tingkah. Keluarga juga tidak mengetahui masalah yang menimpa korban sehingga membuat dia nekat mengakhiri hidupnya sendiri.

“Ya terkejutlah, orangnya enggak neko-neko. Kami enggak tahu apa masalahnya sampai ada kecelakaan itu,” kata Tajudin.

Usai dibawa ke rumah duka, rencananya jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya Desa Lubuk Sakti Kampung Satu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel. Saat ini kepolisian masih menyelidiki kasus ini dan belum bisa memberikan keterangan kepada wartawan. 


Editor : Maria Christina