Asyik Main, Balita di Musi Banyuasin Tewas Tenggelam di Bekas Galian

Edi Lestari ยท Sabtu, 09 Februari 2019 - 22:37 WIB
Asyik Main, Balita di Musi Banyuasin Tewas Tenggelam di Bekas Galian

Polisi menunjukkan galian yang digenangi air, tempat balita tiga tahun ditemukan tewas mengambang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, Sabtu (9/2/2019). (Foto: iNews/Edi Lestari)

MUSI BANYUASIN, iNews.id – Seorang balita berusia tiga tahun di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), tewas tenggelam di lubang bekas galian tanah samping rumahnya. Korban yang luput dari perhatian orang tuanya ditemukan mengambang dalam galian yang tergenang air setinggi 1 meter.

Kematian korban Muhamad Rizki membuat ayah dan ibunya, Aljunaidi dan Elmiyati, warga Desa Suka Jaya, Kecamatan Pelakat Tinggi, sangat berduka. Mereka tidak menyangka anak kelimanya itu tewas mengenaskan. Bahkan hingga Sabtu (9/2/2019), ibu korban belum bisa diajak berkomunikasi karena masih trauma atas kejadian yang menimpa putranya.

Kejadian tragis ini berawal saat ibu korban dan lima anaknya berkunjung ke rumah nenek korban yang baru selesai dibangun, Kamis (7/2/2019). Rencananya rumah itu segera ditempati.

Setelah sampai di rumah nenek korban, kelimanya bermain di rumah. Tak lama, sang ibu tak melihat anaknya Muhammad Rizki. Dia lalu menanyakan keberadaan si bungsu kepada keempat anaknya yang lain.

BACA JUGA:

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam saat Bermain di Curug Luhur Tegal

Pulang Mengaji, 3 Pelajar Tenggelam di Sungai Merangin Jambi, 2 Tewas

Setelah mencari, Elmiyati menemukan putranya sudah mengambang di dalam lubang galian tanah di samping rumah. Air itu digenangi air berkisar 1 meter. Keluarga sempat membawa korban ke puskesmas terdekat, namun nyawanya tak tertolong lagi.

“Anak saya yang paling kecil ini bermain di tepi galian tanah. Kemungkinan dia terpeleset ke dalam galian tanah berukuran dua kali dua meter persegi yang tergenang air hingga meninggal dunia,” kata ayah korban, Aljunaidi.

Kapolsek Pelakat Tinggi, Iptu Suvenfri mengatakan, jenazah balita yang meninggal dalam galian tanah sudah dimakamkan di pemakaman umum dekat desa. Sementara lokasi galian tanah yang menelan korban sudah ditutup polisi dan keluarga menggunakan kayu dan dipasangi pagar.

Atas kejadian ini, Kapolsek Pelakat Tinggi, Iptu Suvenfri mengimbau dan mengingatkan kepada para orang tua supaya setiap saat memperhatikan buah hatinya. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang lagi. Begitu juga kepada warga yang mengetahui ada galian di dekat rumahnya agar segera menutupnya atau memasang pagar.
 
“Warga yang sudah selesai membangun dan ada galian tanah, segera tutup galiannya karena itu membahayakan warga, teruatama anak kecil,” kata Iptu Suvenfri.


Editor : Maria Christina