Banyak Orang Tua Menolak, 180.000 Anak di Palembang Belum Imunisasi MR

Antara ยท Selasa, 23 Oktober 2018 - 17:59 WIB
Banyak Orang Tua Menolak, 180.000 Anak di Palembang Belum Imunisasi MR

Ilustrasi pemberian vaksin MR. (Foto: Okezone)

PALEMBANG, iNews.id - Sekitar 180.000 anak di Palembang belum diimunisasi Mealess Rubella (MR). Jumlah itu sama dengan 52 persen dari total 336.000 anak, padahal batas akhir perealisasian target itu hingga Oktober 2018.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Letizia mengatakan rendahnya capaian itu karena adanya penolakan dari orang tua yang meragukan kehalalan vaksin tersebut. Bahkan, beberapa puskesmas pun sudah mendatangi sejumlah sekolah hingga tiga kali, namun tetap mendapatkan penolakan.

Untuk itu, kata dia, sekolah juga harus turut membantu dalam mengedukasi orang tua karena imunisasi itu penting untuk menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat virus MR. "Kami akan lakukan jemput bola ke sekolah yang belum diimunisasi," kata Letizia di Palembang, Selasa (23/10/2018).

Saat ini, Pemkot Palembang menargetkan imunisasi 500 anak hingga 1.000 anak per hari sehingga saat akhir Oktober mendatang mampu mencapai 95 persen.

Dia juga mengingatkan kepada orang tua agar tidak khawatir terkait kehalalan vaksin MR karena MUI juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin MR boleh digunakan. "Kami harap dalam waktu yang singkat ini dimanfaatkan orang tua agar anaknya terhindar dari virus MR," ujarnya.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri menambahkan, virus MR sangat berbahaya. Terutama jika terjangkit pada ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran dan kecacatan bayi. "Bayi yang lahir nantinya bisa mengalami seperti cacat jantung, kataran, tuli, dan gangguan perkembangan mental," kata dia.

Dia menjelaskan tentang pentingnya imunisasi MR sehingga penularan virus MR dapat dicegah karena belum ada obat untuk menghilangkan virus tersebut. "Dengan dilakukannya imunisasi maka dapat memberikan kekebalan terharap virus tersebut. Jadi jangan takut untuk diimunisasi MR," ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra