Bayi Ditahan Rumah Sakit karena Orang Tua Tak Sanggup Bayar Persalinan

Widori Agustino ยท Jumat, 21 Desember 2018 - 11:31 WIB
Bayi Ditahan Rumah Sakit karena Orang Tua Tak Sanggup Bayar Persalinan

Ibu bayi, Reni Novita Sari, yang bayinya ditahan di RSUD Ibnu Sutowo di Baturaja, Kabupaten OKU, Sumsel, karena belum membayar biaya persalinan, Jumat (21/12/2018). (Foto: iNews/Widori Agustino)

BATURAJA, iNews.id – Seorang bayi yang baru dilahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), tidak bisa pulang bersama orang tuanya. Rumah sakit beralasan orang tua bayi yang belum diberi nama tersebut belum membayar biaya persalinan.

Ibu bayi, Reni Novita Sari (20), mengaku sedih dan cemas karena bayinya sudah lebih dari tiga hari ditahan di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja. Padahal, warga Dusun IV Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU itu berharap bisa segera memeluk dan merawat bayinya di rumah.

Reni mengaku, dia tidak bisa membawa bayinya dari ruang perawatan lantaran tidak bisa membayar tagihan rumah sakit sebesar Rp6 juta lebih. Menurut pihak rumah sakit, biaya itu akan terus naik setiap hari, selama bayinya masih di RSUD Ibnu Sutowo. “Jumlah biaya persalinannya Rp6.220.000,” ujar Reni, Jumat (21/12/2018).

Reni sebelumnya terpaksa menjalani persalinan di RSUD Ibnu Sutowo karena air ketubannya sudah pecah dan terminum oleh bayi yang dikandung. Dia sempat ditangani pihak puskesmas, namun mereka akhirnya merujuk ke rumah sakit karena tidak bisa menangani persalinan Reni.

BACA JUGA:

Ibu di Penjara terkait Penipuan, Bayi Kembar 3 Ikut Masuk Bui

Warga Geger Dengar Suara Tangisan Bayi dalam Bangkai Mobil di Medan

Reni akhirnya berangkat ke rumah sakit tanpa punya Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Peduduk (KTP), ataupun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Untuk menyelamatkan bayi dalam kandungan, suami Reni terpaksa menandatangani berkas perawatan umum yang disodorkan pihak rumah sakit.

“Saya ingin bayi saya bisa segera kami bawa pulang, jangan ditahan lagi,” kata Reni Novita Sari ditemani kerabatnya.

Reni mengaku suaminya hanya bekerja serabutan sehingga tidak mampu melunasi biaya persalinan. Bibinya juga sempat menghadap direktur RSUD Ibnu Sutowo untuk minta keringanan biaya. Pihak rumah sakit akhirnya bersedia membantu dengan mengurangi biaya sebesar Rp700.000 dari total biaya.

Sementara Humas RSUD Ibnu Sutowo Baturaja Turipno membenarkan, pihaknya masih menahan bayi yang dilahirkan Reni Novota Sari di rumah sakit karena biaya persalinan belum dibayar. Selama belum dibayar, bayi Reni akan tetap mendapat perawatan di rumah sakit.

“Secara aturan selagi masih dirawat di sini ya masih membayar, karena masih mendapat pelayanan, seperti pelayanan, makan, pemeriksaan dokter dan lainnya,” katanya.


Editor : Maria Christina