Buntut 2 Siswa Tewas saat MOS, SMA Taruna Palembang Dilarang Terima Siswa Baru

Guntur, Antara ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 01:01 WIB
Buntut 2 Siswa Tewas saat MOS, SMA Taruna Palembang Dilarang Terima Siswa Baru

SMA Taruna Indonesia Palembang dijatuhi sanksi larangan menerima siswa baru selama setahun oleh Pemprov Sumsel. (Foto: iNews.id/Guntur)

<p>PALEMBANG, iNews.id – SMA Taruna Indonesia Palembang dijatuhi sanksi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak boleh menerima siswa baru selama satu tahun.

Sekolah itu juga dilarang melakukan pola pendidikan ala militer kepada siswa baru. Hal itu untuk merespons meninggalnya dua siswa setelah mengikuti masa orientasi siswa baru.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, kematian dua siswa Delwyn Berli Juliandro (14 tahun) dan Wiko Jerianda (16 tahun) menjadi dasar pengambilan keputusan ini.

“Keputusan ini juga diambil setelah dilakukan investigasi oleh Dinas Pendidikan Sumsel, Dewan Pendidikan Sumsel dan stakeholder pendidikan di Sumsel kurang lebih satu pekan,” kata dia, Senin (5/8/2019).

Dia mengatakan, setelah sanksi ini berjalan setahun lamanya akan dilakukan evaluasi lagi sebelum diizinkan menerima siswa baru kembali.

“Mulai saat ini juga, SMA Taruna Indonesia Palembang harus menghentikan kegiatan belajar mengajar yang bersifat semimiliter. Saya nyatakan itu dilarang dan sekolah jalan saja seperti layaknya sekolah biasa. Namun kalau soal atribut ya silahkan saja,” kata dia.

BACA JUGA:

Korban Meninggal Kegiatan MOS SMA Taruna di Palembang Bertambah Jadi 2 Orang

Pembina Kegiatan MOS Ditetapkan Tersangka Tewasnya Siswa SMA Taruna Palembang

Selain itu, pemerintah provinsi juga meminta instansi terkait untuk memeriksa akreditasi dari sekolah tersebut. “Siswa yang saat ini sudah ada, ya silahkan berjalan seperti biasa,” kata dia.

Sementara terkait kasus hukum, pemprov menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian. Herman Deru menegaskan, temuan investigasi terlalu banyak, namun tidak bisa diungkap ke publik demi kebaikan bersama. Diantaranya, banyaknya persyaratan yang tidak terpenuhi untuk menyelenggarakan masa orientasi siswa.

“Persoalan pidana kita serahkan pada polisi, jaksa dan pengadilan. Tegas ini. Artinya setelah satu tahun sanksi ini dijalankan dan syarat-syarat tidak dipenuhi, maka itulah saatnya mereka harus menutup diri dengan sendirinya,” kata dia.

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan tersangka Obi Frisman (24 tahun) yang diduga telah melakukan kekerasan pada Delwyn Berli Juliandro (14) siswa SMA Taruna Indonesia Palembang yang juga meninggal dunia setelah mengikuti Masa Orientasi Siswa pada 13 Juli 2019.

Selang sepekan, korban bertambah yakni Wiko Jeryanda (14 tahun) yang mengembuskan napas terakhir di RS RK Charitas Palembang, Jumat (19/7/2019).

Wiko meninggal setelah kritis dan mendapat perawatan selama enam hari di RS tersebut. Dia sempat menjalani operasi usus pada Rabu (17/5/2019), namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya anak kedua dari tiga bersaudara itu meninggal.


Editor : Kastolani Marzuki

TAG : .