Bupati Muara Enim Resmi Tersangka, Gubernur Sumsel Angkat Wakil Bupati Jadi Plh

Bambang Irawan, Antara ยท Kamis, 05 September 2019 - 09:49 WIB
Bupati Muara Enim Resmi Tersangka, Gubernur Sumsel Angkat Wakil Bupati Jadi Plh

Gubernur Sumsel Herman Deru menyerahkan surat tugas sebagai Plh Bupati Muara Enim kepada Wakil Bupati Juasryah, Rabu malam (4/9/2019). (Foto: IST)

PALEMBANG, iNews.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru resmi mengangkat Wakil Bupati Muara Enim Juarsyah sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ahmad Yani sebagai tersangka. Juarsyah menerima surat tugas dari Herman Deru di Istana Gubernur Griya Agung Palembang, pada Rabu malam (4/9/2019).

“Tidak ada kata selamat untuk pengangkatan ini, karena musabab kejadian ini menjadi keprihatinan bersama,” kata Herman Deru saat menyerahkan surat tugas kepada Juarsah.

Menurut dia, tugas Plh bupati sama seperti bupati pada umumnya. Namun, untuk kebijakan strategis harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Gubernur Sumsel.

BACA JUGA:

KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Tersangka Suap Proyek Jalan

KPK Geledah Rumah Pribadi Bupati Muara Enim 5 Jam dan Bawa 1 Koper Dokumen

Sementara jabatan bupati secara administrstif masih dipegang Ahmad Yani karena kasus korupsi yang sedang ditangani KPK belum inkrah. “Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai ada keputusan inkrah. Jika sudah ada keputusan Kemendagri terkait penetapan tersangka, maka status Plh akan menjadi Pelaksana tugas (Plt),” ujarnya.

Dia berharap Juarsyah dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat agar pelayanan publik tetap berjalan dan progres pembangunan di daerah tersebut tetap berjalan dengan dukungan masyarakat.

Herman Deru juga sebelumnya menegaskan, roda pemerintahan di Kabupaten Muara Enim harus tetap berjalan dan pelayanan aparatur sipil negara (ASN) mesti tetap maksimal meskipun sang bupati terjaring OTT KPK pada Senin malam lalu.

Sementara Plh Bupati Muara Enim, Juarsyah mengatakan prioritas utamanya saat ini mengembalikan kondisi pemerintahan. Dia akan berkonsolidasi dengan organisasasi perangkat daerah (OPD) untuk mengembalikan kepercayaan rakyat.

“Sampai saat ini pemerintahan tetap berjalan, ya walaupun ruangan bupati masih tersegel, saya juga belum bisa kontak dengan bupati,” ujar Juarsyah.

KPK menetapkan Bupati Muara Enim Ahmad Yani sebagai tersangka dalam perkara suap terkait dengan 16 proyek peningkatan pembangunan jalan di Kabupaten Muara Enim. Penetapan status hukum itu menyusul OTT yang dilakukan tim antirasuah di daerah itu, Senin (2/9/2019) malam.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga tersangka. Salah satunya AYN (Ahmad Yani) sebagai pihak penerima (suap),” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/9/2019) malam.


Editor : Maria Christina