Bupati Muaraenim Kena OTT KPK, Anak Bupati: Kami Menganggap Ini Dijebak

Antara, Ilma De Sabrini ยท Selasa, 03 September 2019 - 15:18 WIB
Bupati Muaraenim Kena OTT KPK, Anak Bupati: Kami Menganggap Ini Dijebak

Bupati Muara Enim Ahmad Yani. (Foto: Istimewa)

PALEMBANG, iNews.id – Bupati Muara Enim Ahmad Yani disebut-sebut sebagai salah satu dari empat yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (2/9/2019) malam. Namun, anak Bupati Muaraenim menyebut ayahnya dijebak.

“Kami menganggap ini dijebak, jika ada oknum yang menyebarluaskan informasi tidak benar tolong diklarifikasi dulu,” kata anak Ahmad Yani, Naufal saat ditemui di kediamannya Jalan Inspektur Marzuki nomor 2543/40 Kelurahan Lorok Pakjo Palembang, Selasa (3/9/2019).

Anak kedua Bupati Muaraenim, Ahmad Yani, enggan menjelaskan lebih lanjut jebakan yang dimaksud. Dia hanya menjelaskan jika ayahnya memang saat ini berada di Jakarta dalam rangka menjadi saksi kasus yang sedang diselidiki KPK.

BACA JUGA:

Sosok Ahmad Yani, Bupati Muara Enim yang Kena OTT KPK Miliki Harta Rp4,7 Miliar

KPK Segel Kantor Bupati Muara Enim

Dia membantah jika kejadian yang menimpa ayahnya tersebut OTT. Menurut dia, ayahnya sedang mengadakan rapat rutin mingguan pada saat KPK datang ke Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat.

Meski demikian, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan tetap mendukung ayahnya yang terakhir kali memberikan kabar pada Senin sore (2/9/2019).

“Kami tidak ingin membesar-besarkan masalah ini karena kami masih menunggu klarifikasi,” ujar Naufal.

Sementara sejak Selasa pagi (3/92/19), kediaman Bupati Muaraenim di Jalan Inspektur Marzuki tersebut tampak ramai dikunjungi beberapa tamu yang membawa mobil. Namun, tidak tampak aktivitas jika dilihat dari luar.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, ada empat orang yang terjaring OTT KPK di Kabupaten Muara Enim, Sumsel, Senin (2/9/2019) malam. Mereka telah dibawa ke Jakarta dan masih diperiksa intensif.

Keempat orang itu dari unsur kepala daerah, pejabat pengadaan dan rekanan swasta. upati Muara Enim, H Ahmad Yani, disebut-sebut salah satu pejabat yang diamankan KPK bersama pejabat di Dinas PU Bina Marga dan satu orang pengusaha. Dalam penangkapan tersebut, KPK menyita uang 35.000 dolar Amerika.

Saat ini, kantor sementara bupati yang berada di Kantor Bappeda Kabupaten Muara Enim telah disegel oleh penyidik KPK.


Editor : Maria Christina