Cegah DBD, Rescue Perindo Sumsel Fogging Kawasan Kumuh di Palembang

Puspa Puspita ยท Kamis, 18 Oktober 2018 - 23:46 WIB
Cegah DBD, Rescue Perindo Sumsel Fogging Kawasan Kumuh di Palembang

Fogging Partai Perindo untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan di lingkungan rumah menjadi akar penyebab munculnya jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti yang dapat menyebarkan virus demam berdarah dengue (DBD). Peduli akan hal tersebut, Rescue Perindo Sumatera Selatan (Sumsel) mengampanyekan hidup sehat melalui aksi fogging atau pengasapan yang dilakukan secara rutin di berbagai wilayah di Palembang.

Kali ini, Rescue Perindo kembali melakukan pengasapan sekaligus menyosialisasikan terkait pencegahan penyakit DBD yang bisa menular kepada siapa pun. Pengasapan dilakukan di Jalan Dr M Isa, Lorong Bendung Jaya, RT 17 RW 07 Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang.

"Terdapat sekitar 200 rumah yang kami asapi hari ini. Kami juga berulang kali menyampaikan agar warga bisa menjaga kebersihan lingkungan agar jenis-jenis bakteri dan serangga tidak berkembang biak," ujar Ketua Litbang dan IT Rescue Perindo Sumsel Ahmad Mada Taufik, Kamis (18/10/2018).


BACA JUGA:

Beri Pembekalan Caleg, Ahmad Rofiq: Kaltim Lumbung Suara Perindo

Perindo Papua Minta Kecamatan Lebih Aktif Mengelola Dana Desa


Pengasapan dilakukan untuk membasmi serangga dan jentik-jentik nyamuk DBD yang berpotensi menyebarkan penyakit ke pemukiman warga. Terlebih, kondisi pemukiman warga dikelilingi oleh tumpukan sampah yang menggunung.

"Kondisi lingkungan sangat kumuh sehingga perkembangan nyamuk sangat cepat. Kami juga menerima laporan terdapat satu orang warga yang sudah terserang DBD," ucapnya.

Taufik menyarankan agar warga dapat ikut serta melakukan pencegahan dengan membuang sampah pada tempatnya atau menggunakan kelambu jika diperlukan. "Solusi pencegahan dengan 4M (menguras, mengubur, menutup dan memantau) lokasi penyebaran nyamuk,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw