Debat Capres, Ma'ruf Amin: Jokowi Lebih Unggul soal Isu Pertahanan

Andi Mohammad Ikhbal ยท Jumat, 29 Maret 2019 - 15:50 WIB
Debat Capres, Ma'ruf Amin: Jokowi Lebih Unggul soal Isu Pertahanan

Debat capres capres-cawapres. (Foto: Istimewa).

PALEMBANG, iNews.id - Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dinilai lebih berpengalaman di isu pertahanan dibanding capres Prabowo Subianto. Walau Capres nomor urut 02 dulu berkarier di militer, namun Jokowi sudah mengurusi strategi pertahanan nasional.

Cawapres 01, Ma'ruf Amin, membantah kalau kubu lawannya, Prabowo-Sandiaga akan lebih unggul pada debat nanti hanya bermodal pengalaman Prabowo sebagai mantan tentara.

Dalam urusan karier, kata dia, rabowo memang berpengalaman di militer. Berbeda dengan Jokowi yang tak pernah menjadi tentara. Tapi menurut dia, Jokowi tetap lebih unggul.

"Sebagai pengambil kebijakan dalam rangka membangun persenjataan, alutsista, strategi keamanan nasional, saya kira Pak Jokowi lebih berpengalaman sebagai presiden," kata Ma'ruf di sela safari politiknya di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (29/3/2019).

BACA JUGA: Debat Cawapres Jadi Bukti Kemampuan Ma'ruf Amin Pimpin Bangsa

Isu itu mencuat karena pada akhir pekan akan diadakan debat keempat Pilpres 2019. Yang akan mengikuti debat adalah kedua capres yakni Jokowi dan Prabowo.

Kali ini, debat akan membahas empat tema. Yakni ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan serta hubungan internasional.

Sembilan panelis debat keempat, yang telah ditunjuk KPU. Mereka yakni Valina Singka Subekti, Zakiyuddin, J Haryatmoko, Erwan Agus Purwanto, Dadang Tri Sasongko, Al Araf, Apolo Safanpo, I Basis Eko Soesilo dan Kusnanto Anggoro.

Ma'ruf mengatakan, akan ikut hadir memberi dukungan kepada Jokowi. Dia meyakini capresnya siap menghadapi debat, karena selama ini calon petahana tersebut sudah menggeluti semua masalah yang akan dibahas dalam debat.

"Kan sudah dijalani. Jadi kalau Pak Jokowi tinggal menjelaskan saja langkah yang ditempuh dan capaian-capaian yang termasuk dalam isu pertahanan keamanan," ujar Ma'ruf.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal