Demi Biaya Anak di Pesantren, Pria di Palembang Curi Kotak Amal Masjid

Firdaus ยท Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:22 WIB
Demi Biaya Anak di Pesantren, Pria di Palembang Curi Kotak Amal Masjid

Mursal, pelaku pencurian kotak amal masjid saat digelandang ke Mapolsek Kemuning, Palembang, Kamis (18/10/2018). (Foto: iNews/Firdaus)

PALEMBANG, iNews.id – Seorang pria di Palembang, Sumatera Selatan, tertangkap basah saat hendak mencuri kotak amal di dalam masjid. Tersangka mengaku nekat mencuri untuk membayar sewa rumah, dan membayar uang sekolah anaknya yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Dengan modus pura-pura salat, Mursal (44) warga Kelurahan Tuan Kentang, Seberang Ulu Satu, Palembang, itu masuk dan berusaha mencongkel kotak amal di Masjid Jamik Nurul Hidayah di Jalan Sekip Bendung, Kecamatan Kemuning, Palembang.

Aksi ayah tiga anak itu bahkan terekam dalam kamera CCTV yang terpasang di masjid. Belum sempat membawa lari hasil curiannya, tersangka keburu dipergoki oleh salah satu jamaah masjid. Dia pun berusaha kabur usai dirinya diteriaki maling oleh saksi mata.

Nahas, pelarian tersangka tidak berlangsung lama. Dia keburu berhasil ditangkap warga. Bahkan tersangka sempat menjadi bulan bulanan warga sebelum akhirnya diamankan oleh petugas kepolisian.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa besi dan obeng yang diduga digunakan untuk mencongkel kotak amal. Polisi juga berhasil mengamankan sebuah mikropon yang diduga milik masjid tersebut.

Di hadapan petugas, pria bertato itu gembok kotak amal itu dibuka secara paksa menggunakan besi dan sebuah obeng. “Uangnya untuk bayar sewa rumah Pak. Sama bayar uang sekolah anak saya yang di pesantren,” ucapnya saat diinterogasi polisi di Mapolsek Kemuning, Palembang, Kamis (18/10/2018).

Sementara itu, Kanit Reskrim Mapolsek Kemuning Palembang, Iptu Arlan Hidayat mengatakan, modus yang dilakukan tersangka yaitu memasuki masjid dan pura-pura ingin salat, kemudian tersangka menjalankan aksinya hingga akhirnya tertangkap warga. “Belum sempat kabur dia keburu ditangkap warga,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kemuning Palembang. Tersangka terancam dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.


Editor : Himas Puspito Putra