Diduga Keracunan Mi Kuning, Puluhan Warga Sekayu Dilarikan ke Rumah Sakit

Edi Lestari ยท Jumat, 10 Mei 2019 - 13:43 WIB
Diduga Keracunan Mi Kuning, Puluhan Warga Sekayu Dilarikan ke Rumah Sakit

Sejumlah warga yang diduga keracunan usai mengonsumsi mi basah dirawat di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (10/5/2019). (Foto: iNews/Edi Lestari)

MUSI BANYUASIN, iNews.id – Puluhan warga Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), muntah-muntah dan pusing usai mengonsumsi mi basah berwarna kuning, Jumat (10/5/2019). Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu.

Para korban diduga mengalami keracunan karena mi basah tersebut mengandung bahan pengawet. Selain pusing dan muntah-muntah, warga juga merasa sesak napas setelah mengonsumsi mi yang dibeli dari pasar pagi tradisional di Kecamatan Sekayu.

Sejumlah korban merupakan warga Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, dari orang tua dan anak-anak. Hingga kini, para korban masih terlihat lemas dan harus mendapatkan perawatan intensif tim dokter.

“Kami beli mi dari pasar, biasa dijual kiloan. Yang makan mi kuning itu saya, bapak, dan keponakan. Kami langsung merasa mual-mual, panas, dan muntah-muntah,” kata salah seorang warga yang dirawat, Eliyati.

BACA JUGA:

2 Bocah di Pekalongan Diduga Keracunan Biskuit Cokelat, 1 Tewas

Petani di Grobogan Tewas saat Semprot Hama Tanaman, Diduga Keracunan

Warga lainnya, Yosep mengatakan, dia baru kali ini merasa pusing hingga muntah setelah mengonsumsi mi basah. Dia menduga mi tersebut mengandung zat berbahaya.

“Sebelumnya nggak pernah seperti ini, ini gara-gara makan mi basah itulah. Selain saya, banyak yang muntah-muntah karena makan mi itu, mulai dari anak-anak dan orang tua,” katanya.

Hingga kini, sejumlah pasien masih dirawat secara intensif dan sebagian lagi sudah diperbolehkan pulang karena kondisi mulai membaik. Warga kini merasa waswas setelah banyak korban jatuh sakit akibat mengonsumsi mi basah.

Warga meminta agar pemerintah melalui dinas terkait segera inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional di Kota Sekayu untuk memastikan tidak ada produk makanan yang mengandung zat berbahaya. Dengan begitu, tidak ada warga yang keracunan atau sakit setelah mengonsumsinya.


Editor : Maria Christina