Dihajar Pemilik Cafe, PSK di Musi Banyuasin Babak Belur

Edi Lestari ยท Sabtu, 30 Maret 2019 - 19:30 WIB
Dihajar Pemilik Cafe, PSK di Musi Banyuasin Babak Belur

Korban penganiayaan melakukan visum di rumah sakit. (Foto: iNews/Edi Lestari).

MUSI BANYUASIN, iNews.id - Seorang perempuan berprofesi sebagai PSK di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), dianiaya bosnya, pemilik cafe hiburan malam. Karena tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban lalu melaporkannya ke polisi.

Korban, HP (40), menderita luka di pelipis mata dan sejumlah bagian tubuhnya. Pelaku yang juga suami-istri menghajar korban sampai babak belur pada Jumat (29/3/2019) malam.

"Saya dipukul berkali-kali pakai gagang sapu," kata HP kepada wartawan di Mapolsek Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasing, Sumsel, Sabtu (30/3/2019).

BACA JUGA: Razia Objek Wisata Keluarga di Tretes, Tim Amankan PSK Bertarif Jutaan

Dia mengatakan tidak tahu menahu alasan suami-istri ini menganiaya dirinya. Sebab, sebelum diperlakukan kasar, HP awalnya minta izin untuk mengambil pakaian, KTP dan kartu keluarga (KK) yang disimpan di tempatnya bekerja.

Korban berlasan ingin pulang kampung untuk menengok anaknya. Ketika hendak izin tersebut, HP lalu ditampar oleh pelaku I (suami) sebanyak dua kali. Kemudian, pelaku V datang sambil membawa sapu gagang besi sambil memukuli korban.

"Ini saya badan saya semua memar-memar," ujar dia.

Akibat penganiayaan tersebut, pelipis mata korban tampak memar karena tamparan. Lalu luka lebam terlihat di bagian tangan kiri dan kanan, pundak belakang. Pemukulan tersebut, kata dia, diayunkan berkali-kali oleh pelaku V.

BACA JUGA: Razia Tempat Prostitusi Terselubung di Bekasi, Belasan PSK Diamankan

Saksi mata yang juga rekan korban, Sari Dewi, membenarkan kalau HP telah dianiaya bos di tempatnya bekerja. Bahkan pemukulan tersebut terjadi di depan umum, hingga ke pinggir jalan raya.

"Dia (korban) sampai dikejar-kejar," ujar Sari.

Korban pun sudah melakukan visum di RSUD Kota Sekayu untuk untuk melengkapi bukti tindak penganiayaan tersebut. Polisi kini masih meminta keterangan korban dan sejumlah saksi atas laporan itu.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal