Dituduh Curi Motor, Pria di Prabumulih Dibantai 6 Bersaudara di Kebun Karet

Berrie Brima ยท Rabu, 12 Juni 2019 - 21:46 WIB
Dituduh Curi Motor, Pria di Prabumulih Dibantai 6 Bersaudara di Kebun Karet

Lima pelaku pembunuhan yang masih satu keluarga ditangkap petugas Polres Kota Prabumulih. Satu pelaku lain masih diburu. (Foto: iNews.id/Berrie Brima)

PRABUMULIH, iNews.id - Warga Kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) digemparkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki dengan luka gorok di leher dan lebam di kedua mata bekas pukulan benda tumpul di kebun karet.

Kondisi mayat yang diketahui bernama Sukirman Hatta (27) juga sudah membusuk dengan muka mulai dipenuhi ulat belatung.

Polisi yang mendapati laporan dari warga kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa mayat korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih. Selang beberapa jam dari penemuan mayat, polisi menerima laporan warga yang kehilangan keluarganya sejak Jumat (7/6/2019) malam.


Belakangan diketahui, korban yang merupakan warga Penukal, Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara itu dibunuh saudaranya sendiri.

Polisi kemudian menangkap pelaku, Panja (29) warga Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat. Tak lama kemudian, dua pelaku lain menyerahkan diri yakni, Mayen (22) dan Ongki (29). Polisi juga menangkap dua pelaku lain, yakni Topan (30) dan Romsadi (31) di Kabupaten Muara Enim.

BACA JUGA: Pelaku Tega Bantai Tetangganya hingga Tewas Gara-gara Uang Rp30.000

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutahuruk mengatakan, korban dan pelaku Topan masih saudara. Motif pembunuhan karena pelaku kesal lantaran korban diduga mencuri sepeda motor milik pelaku saat Lebaran.

“Sebelum kejadian, korban dijemput di rumahnya, lalu dibunuh oleh enam orang yang terhitung masih satu keluarga dengan korban di Jalan Anak Petai. Kemudian mayatnya dibuang di kebun karet milik warga di Payuputat,” kata Kapolres, Rabu (12/6/2019).

Saat ini, kata dia, polisi masih mengejar satu pelaku lagi yang berhasil kabur dari kejaran petugas. Pelaku tersebut berperan sebagai eksekusi pembunuhan. “Kelima pelaku sudah kami tahan. Mereka terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 dan Pasal 170 dengan ancaman hukuman mati,” katanya.

Kepada penyidik, Topan, otak pelaku pembunuhan mengaku, nekat membunuh korban yang tak lain keluarga sendiri tersebut karena sepeda motor miliknya hilang dan diketahaui dicuri korban.

“Ada yang melihat korban mengambil sepeda motor milik saya. Karena korban pernah melakukan pencurian dan saya tunjukan foto korban dan dibenarkan oleh orang yang melihat korban mengambil sepeda motor tersebut,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki