Duel Maut Dua Remaja di Palembang akibat Saling Pandang, 1 Tewas

Guntur ยท Minggu, 24 November 2019 - 17:14 WIB
Duel Maut Dua Remaja di Palembang akibat Saling Pandang, 1 Tewas

Kapolsek IB II Palembang, Kompol Agus menginterogasi pelaku HS terkait kasus penusukan. (Foto: iNews/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id - Dua remaja di Palembang, Sumatera Selatan saling tusuk hanya karena saling pandang dan salah paham. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang tewas. Korban yakni Agung (16) warga Jalan Kedukan, Kelurahan 35 Ilir Barat, Palembang.

Kapolsek Ilir Barat II Palembang, Kompol Agus H mengatakan, peristiwa itu bermula ketika pelaku melintas di depan rumah korban. Saat itu, korban Agung sedang menyanyikan lagu Begadang milik Rhoma Irama.

“Korban ini mengira pelaku tidak senang melihatnya bernyanyi hingga terjadi adu mulut antara korban dan pelaku, tapi berhasil dilerai teman-temannya,” kata dia, Minggu (24/11/2019).

BACA JUGA: Duel Maut di Palembang, Kakak Ipar Tewas Ditusuk Adik Ipar

Setelah kejadian itu, kata kapolsek, korban bertemu kembali dengan pelaku saat menonton di Tangga Buntung. Korban yang membawa pisau kemudian mendekati pelaku dan langsung menusuk ke bagian tubuh pelaku HS.

Serangan mendadak korban itu kemudian dibalas HS yang juga membawa pisau hingga terjadi aksi saling tusuk.

“Pelaku dan korban sebelumnya ada salah paham dan bertemu kembali sama-sama membawa pisau hingga terjadilah perkelahian. Korban tewas karena luka tusuk di bagian dada,” katanya.

BACA JUGA: Tragis, Pemuda di Palembang Tewas Terbakar saat Bakar Sampah

Kompol Agus mengatakan, saat ini, pelaku HS sudah ditahan di mapolsek dan dijerat Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman di atas 9 tahun penjara.

“Untuk barang bukti kita mengamankan baju dan pisau korban. Sedangkan pisau pelaku yang dibuang masih kita cari,” ujarnya.

Kepada polisi, pelaku HS mengaku sewaktu kejadian dirinya hendak menonton kuda lumping di daerah Tangga Buntung Palembang.

Saat melintas melihat korban lagi bernyanyi hingga terjadi saling pandang. Ketika itulah korban marah-marah langsung mencabut pisau.

“Saya langsung menendang korban, terus saya dikejar. Saya pun membalas menusuk dia dengan pisau sebanyak satu kali di bagian dadanya. Setelah dia jatuh, saya pun lari,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki