Firli Bahuri Ketua KPK, Begini Cerita Warga Desa Lontar tentang Masa Kecilnya

Widori Agustino ยท Jumat, 13 September 2019 - 18:30 WIB
Firli Bahuri Ketua KPK, Begini Cerita Warga Desa Lontar tentang Masa Kecilnya

Firli Bahuri saat mengunjungi desa kelahirannya, Desa Lontar, Kecamatan Muarajaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel. (Foto: iNews/Widori Agustino)

BATURAJA, iNews.id – Terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, mendapat reaksi dari warga di desa kelahirannya, Desa Lontar, Kecamatan Muarajaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel). Warga setempat merasa bangga dan gembira, putra desa itu terpilih sebagai pimpinan lembaga antirasuah.

Para warga Desa Lontar telah mengikuti pemberitaan sejak salah satu putra dari desa mereka itu mengikuti serangkaian tahapan hingga Komisi III DPR sepakat memilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023. Firli terpilih secara aklamasi dalam rapat tertutup, Jumat (13/9/2019) dini hari. Apalagi, beberapa waktu yang lalu, Firli Bahuri pulang kampung ke desanya yang berada di pinggiran aliran Sungai Ogan.

Setelah mengetahui Firli terpilih sebagai Ketua KPK, warga Desa Lontar mengucapkan selamat kepadanya. Mereka berharap Firli bisa menjalankan tugasnya dengan baik di KPK.

“Kami menyampaikan selamat dan sukses kepada beliau. Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan pada masa kehidupannya. Kami semua masyarakat Desa Lontar tentunya sangat bangga dengan keberhasilan beliau mulai dari Polri sampai saat ini berhasil menduduki jabatan tertinggi di KPK,” kata warga Desa Lontar, Marjito, yang juga tetangga Firli, Jumat (13/9/2019).

BACA JUGA:

Firli Bahuri Ketua KPK 2019-2023

Pansel Capim KPK Sebut Hasil Tes Irjen Pol Firli Bahuri Terbaik

Marjito mengatakan, Firli dikenal oleh warga Desa Lontar sebagai anak yang pintar sejak kecil. Pria kelahiran 8 November 1963 lalu itu lahir dari keluarga sederhana. Sejak kecil, dia dikenal sangat antusias untuk menempuh pendidikan. Bahkan saat masih sekolah dasar (SD), Firli sempat loncat naik kelas lantaran kepintarannya.

“Sesuatu yang luar biasa dari beliau, prestasi yang dicapainya waktu masih SD. Kelas V dia sudah mengikuti ujian untuk kelas VI dan akhirnya lulus berbarengan dengan kakaknya. Ini yang menjadi prestasi yang luar biasa bagi kami menjadi keteladanan,” kata Marjito.

Saat menempuh pendidikan SMP, jarak desanya yang jauh dengan sekolah di Pangandonan, tidak jadi kendala bagi Firli. Dia harus menempuh jarak sejauh hampir 7 kilometer (km) dengan berjalan kaki pada saat itu.

“Dari kecil sudah ditinggal almarhum bapaknya, mungkin itu juga yang memotivasi beliau lebih maju. Jadi waktu SMP di Pangandonan dulu, setiap hari beliau jalan kaki berangkat dan pulang demi menuntut ilmu. Kalau dihitung sekitar 7 km. Itu sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Firli Bahuri saat mengunjungi desa kelahirannya, Desa Lontar, Kecamatan Muarajaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel. (Foto: iNews/Widori Agustino)

Bagi warga setempat, Firli telah membuktikan prestasinya sejak kecil hingga saat ini. Firli telah menjabat sejumlah jabatan penting di Kepolisian hingga akhirnya terpilih sebagai ketua KPK. Pria berusia 55 tahun itu pernah beberapa kali menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), yakni di Sumsel, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Banten. Firli juga pernah menjabat wakapolda di Jawa Tengah dan Banten.

Selain itu, Firli pernah menjabat ajudan Wakil Presiden RI Boediono. Karopaminal Divpropam Polri, Karodalops Sops Polri, dan juga Deputi Penindakan KPK.

Warga Desa Lontar dan OKU berharap di masa kepemimpinannya di KPK, Firli akan terus menunjukkan prestasinya dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Harapan kami karena beliau ini menjadi kebanggaan kita semua, bukan hanya OKU mungkin ya. Mudah-mudahan beliau bisa menjalankan tugasnya dengan baik, memberikan sesuatu yang berharga bagi NKRI, terutama untuk pemberantasan korupsi,” katanya.


Editor : Maria Christina