Gara-gara Sakit Hati, Pemuda di Palembang Habisi Suami Sepupunya

Guntur ยท Kamis, 22 November 2018 - 19:54 WIB
Gara-gara Sakit Hati, Pemuda di Palembang Habisi Suami Sepupunya

Pelaku pembunuhan, Angga, diamankan kepolisian. (Foto: iNews.id/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id - Seorang pemuda di Kota Palembang, Angga (28), tega menghabisi nyawa suami sepupunya sendiri, Muhammad Ismail. Motifnya karena sakit hati dengan perlakuan korban yang kasar dan selalu menggoda istrinya.

Angga mengajak dua orang teman untuk menganiaya, serta membunuh Ismail. Dia melancarkan aksinya ketika korban sedang minum kopi di sebuah warung Jalan Depaten Lama Kecamatan Ilir Barat Dua, Kota Palembang.

"Sakit hati, karena ditampar dan pernah mau ditusuk," kata Angga kepada wartawan di Mapolsek Ilir Barat Dua, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (22/11/2018).

Angga bersama dua pelaku lainnya, berinisial ML dan RT, melakukan penganiayaan dengan menusuk dan membacok korban. Ismail pun tewas dengan kondisi penuh luka di warung tersebut.

  BACA JUGA:

Motif Pembunuhan Dufi, Polisi: Kedua Tersangka Merencanakan Perampokan

2 Pelaku Pembunuhan Iin Puspita Dibawa ke Mapolda Metro Jaya Pagi Ini

Isteri pelaku, Asri membenarkan bahwa korban sering berbuat kasar ke suaminya. Diceritakan ketika itu isteri Ismail pernah meminta Angga mengantarnya ke swalayan. Namun, suami sepupunya itu malah mengancam Angga dengan kekerasaan.

Alasan lainnya karena rasa cemburu. Asri mengatakan, Ismail dulunya pernah mengungkapkan isi hati kepada dirinya sebelum menikah. Namun, ditolak. Makanya korban sering marah-marah ke suaminya.

Kapolsek Ilir Barat Dua, Kompol Agus mengatakan, berdasarkan pengakuan Angga dia merasa sakit hati dengan Ismail, karena pernah ditampar dan hendak ditusuk lantaran cemburu. Kemudian, istri pelaku ternyata memang sering kali digoda oleh korban.

"Dirinya nekat menghabisi korban bersama kedua temannya, ML dan RT. Motifnya karena sakit hati," kata Agus.

Sampai sekarang kedua pelaku lainnya masih dalam pencarian pihak kepolisian (DPO). Polisi baru mendapatkan barang bukti berupa baju yang dipakai pelaku, dan masih mencari bukti lainnya seperti senjata tajam yang digunakan pelaku menghabisi korban.

Sekarang Angga terancam pasal berlapis yakni pasal 338 KUHP junto pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal