Gara-Gara Utang, Anggota TNI di OKU Timur Dibunuh di Pesta Pernikahan

Firdaus ยท Sabtu, 02 Februari 2019 - 22:34 WIB
Gara-Gara Utang, Anggota TNI di OKU Timur Dibunuh di Pesta Pernikahan

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menunjukkan memaparkan kasus pembunuhan anggota TNI, Kopda Zeni, di Mapolda Sumsel, Palembang, Sabtu (2/2/2019). (Foto: iNews/Firdaus)

PALEMBANG, iNews.id – Seorang anggota TNI tewas dibunuh dengan senjata tajam di lokasi pesta pernikahan di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel). Pelaku membunuh korban Kopda Zeni karena memiliki utang Rp150 juta.

Korban tewas dianiaya pada Selasa (29/1/2019), sekitar pukul 02.00 WIB. Korban yang berdinas di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad) Martapura, Kabupaten OKU Timur ini, meregang nyawa dengan luka tusuk di bagian tangan, perut, dan kepala.

Usai menganiaya korban hingga tewas, pelaku Sumarlin alias Marlin (35), warga Desa Way Halom, Kecamatan Belitang, melarikan diri. Setelah buron selama dua hari usai kejadian, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Mapolda Sumsel.

BACA JUGA:

Pembunuh Sadis dan Pemerkosa Mahasiswi UIN Palembang Ditangkap

Tak Diberi Uang, Remaja di Tapanuli Selatan Tega Bunuh Ibu Kandung


Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dari hasil pemeriksaan, polisi menetapkan pelaku sebagai tersangka pembunuhan berencana. Tersangka mengaku membunuh korban karena memiliki utang sebesar Rp150 juta kepadanya.

“Selain adanya perkara utang piutang antara pelaku dan korban, motif dari penganiayaan ini karena salah paham di lokasi pesta pernikahan. Mereka sama-sama ribut di atas pentas saat pesta pernikahan,” kata Kapolda Sumsel saat merilis kasus pembunuhan tersebut di Mapolda Sumsel, Sabtu (2/2/2019).

Kapolda Sumsel mengatakan, atas perbuatannya, tersangka dikenakan dengan pasal berlapis, yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa, dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal.

“Mestinya ancaman hukumannya juga hukuman mati, tetapi tentu itu adalah ranah dari jaksa maupun pengadilan, tapi kami membingkai kasus itu dengan tiga pasal berlapis,” kata Kapolda Sumsel.

Sementara pelaku yang menyerahkan diri ke polisi diantarkan langsung oleh pihak keluarganya, Sumarlin alias Marlin, mengaku menyesali perbuatannya. Pelaku meminta maaf secara langsung kepada keluarga besar TNI serta kepada keluarga almarhum.

“Saya sangat menyesali sekali dan meminta maaf kepada keluarga besar TNI. Saya sangat menyesali dan meminta maaf pada keluarga almarhum dan anggota TNI. Saya mohon maaf dan mohon ampun,” kata Sumarlin.

Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolda Sumsel. Pemeriksaan pelaku mendapat penjagaan dari personel Brimob Polda Sumsel dan personel Denpom II/4 Palembang.


Editor : Maria Christina