Ibu Meninggal Dunia, Gadis 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Berkali-kali

Sindonews, Berli Zulkanedy ยท Jumat, 02 Agustus 2019 - 14:15 WIB
Ibu Meninggal Dunia, Gadis 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Berkali-kali

Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Sindonews).

MUSI BANYUASIN, iNews.id - Seorang remaja putri mendapat perlakuan buruk dari kedua orang tua tirinya. Dia dianiaya dan diperkosa berulang kali, lalu kini hidup sebatang kara, karena polisi menangkap kedua pelaku.

Mereka yakni, Joko Setiawan (43) dan Eti Sumi (38), ditangkap anggota Polsek Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Mereka ditangkap di Desa Beji Mulyo atas laporan tetangga korban, BG (14).

"Korban terakhir kali diperkosa pelaku beberapa pekan lalu. Dari sana kita lakukan penangkapan terhadap keduanya," kata Kapolsek Tungkal Jaya, Iptu Herman Junaidi, kepada wartawan di Musi Banyuasin Sumsel, Jumat (2/8/2019).

BACA JUGA: Modus Perdagangan Orang, Pria Ini Tawarkan Jasa Menikah dengan WNA

Peristiwa tragis yang menimpa korban, berawal dari pernikahan pelaku Joko dengan ibu kandung korban. Usai menikah, sang ibu berangkat ke Malaysia sebagai TKW, sedangkan korban tinggal di rumah neneknya.

Kemudian ibu korban menghubungi suaminya, Joko, agar menjaga korban BG. Saat bersama korban pelaku mulai berani mencabuli korban. Hingga akhirnya ada kabar kalau istrinya meninggal dunia di luar negeri.

"Pelaku menikah lagi dengan Eti karena ibu kandung korban dikabarkan telah meninggal dunia," katanya.

BACA JUGA: Miris, 5 dari 12 Gadis Bandung Korban Perdagangan Orang Masih di Bawah Umur

Meski sudah menikah, pelaku tetap kerap mencabuli korban. Dia melakukan aksinya ketika istrinya Eti sedang tidak berada di rumah. Namun keberadaan Eti pun tak membuat dirinya menjadi lebih tenang.

"Ibu tiri korban ini juga kita naikkan berkasnya karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga," ujar Iptu Herman.

Atas perbuatan itu, pelaku Joko dikenakan sanksi Undang-Undang Perlindungan Anak. Sedangkan Eti dijerat pasal kekerasan dalam rumah tangga. Korban saat ini dalam perlindungan warga, dan akan dimasukkan ke pesantren.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal