Ibu Muda Bunuh Bayi di Palembang, Penasehat Hukum Majikan: Tidak Ada yang Tahu Dia Hamil

Guntur ยท Selasa, 05 November 2019 - 19:52 WIB
Ibu Muda Bunuh Bayi di Palembang, Penasehat Hukum Majikan: Tidak Ada yang Tahu Dia Hamil

Suharyono, penasehat hukum dari keluarga majikan tersangka memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (5/11/2019). (Foto: iNews.id/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id – Keluarga majikan tersangka, melalui penasehat hukumnya Suharyono, mengatakan tidak mengetahui jika asisten rumah tangga mereka sedang hamil. Kepada keluarga majikan maupun rekan kerja, Sutinah (36) mengaku sebagai janda dengan dua anak.

“Saat diterima kerja, tersangka tidak memberi penjelasan jika sedang hamil, begitu juga selama bekerja tidak pernah memberi tahu kondisinya,” katanya.

Suharyono mengatakan selama bekerja, tidak ada orang yang tahu sama sekali kondisi tersangka yang berbadan dua.

Kronologi kasus ini bermula saat Sutinah masuk ke kamar mandi di lantai bawah sekitar pukul 11.00 WIB selama hampir 1,5 jam. Kepada rekan sesame asisten rumah tangga, dia mengaku sedang sakit perut alias diare.

BACA JUGA: Kronologi Ibu Muda di Palembang Bunuh Bayi dengan Cara Dimasukkan dalam Mesin Cuci

Tersangka lantas minta dibawakan handuk. Tak lama kemudian, dia keluar sambil menenteng handuk yang tadi diminta menuju lantai atas.

Ternyata tersangka masuk lagi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar. Saat keluar, tersangka yang sudah dalam keadaan pucat, akhirnya diantar salah satu rekannya ke rumah sakit.

Sementara tersangka berobat, asisten rumah tangga yang lain mendengar suara bayi menangis. Mereka lalu mencari asal suara tersebut dan menemukan bayi laki-laki di mesin cuci dengan kondisi terbungkus kantong plastik namun masih hidup.

“Bayi tersebutu langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam Palembang yang sama dengan ibunya tapi beda mobil,” katanya.

BACA JUGA: Temuan Bayi Baru Lahir di Dalam Mesin Cuci Gegerkan Warga Palembang, Korban Meninggal di RS

Sayangnya beberapa jam usai mendapatkan perawatan medis, bayi tersebut meninggal pukul 21.00 WIB. Jasad bayi lantas dibawa ke Instalasi RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum.

ST kini sudah ditahan di Mapolresta Palembang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kepada penyidik, ST mengaku melahirkan bayinya tanpa bantuan orang lain di rumah majikannya Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang.

Ibu yang telah menjanda selama tujuh tahun ini mengaku nekat berbuat demikian lantaran malu. Dia gelap mata hingga membungkus sang bayi dan memasukkannya dalam mesin suci.


Editor : Umaya Khusniah