Istri Pedagang Asongan yang Ditembak Oknum Polisi di Palembang Minta Keadilan

Guntur ยท Jumat, 23 Agustus 2019 - 16:15 WIB
Istri Pedagang Asongan yang Ditembak Oknum Polisi di Palembang Minta Keadilan

Kuasa hukum dan istri pedagang asongan yang tewas ditembak oknum polisi minta keadilan. (Foto: iNews/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id – Eva Diana Sari bersama beberapa anaknya dengan didampingi kuasa hukum meminta keadilan atas kasus kematian suaminya Ridwan alias Dedek. Suaminya yang bekerja sebagai pedagang asongan tewas ditembak sopir truk yang belakangan diketahui seorang polisi.

Dalam peristiwa yang terjadi pada Juli 2019, korban ditembak di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya dekat persimpangan Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Pelaku yakni Brigadir IP, anggota Sabhara yang bertugas di Polsek Ogan Komering Ilir. Penembakan ini diduga karena korban memalak pelaku.

Merasa suaminya bukanlah pelaku pemalakan seperti dituduhkan, Eva meminta keadilan agar pelaku diproses hukum. Dia bahkan histeris saat menceritakan kehidupannya selepas ditinggal pergi suami.

"Anak saya lima orang. Saya tidak tahu sekarang harus bagaimana. Hancur luluh hati saya. Suami saya cuma pedagang bukan pemalak. Saya minta pelakunya dihukum,” ujarnya dengan berderai air mata, Jumat (23/8/2019).

BACA JUGA: Palak Oknum Polisi yang Nyambi Sopir Truk, Preman Ditembak Mati di Palembang

Dia mengungkapkan, mereka selama ini tinggal di dekat lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Saat kejadian, almarhum baru saja keluar dari masjid dan melihat ada keributan. Ketika itulah tiba-tiba terdengar letusan senjata dan almarhum roboh bersimbah darah.

“Tidak ada pemalakan, suami saya saat itu cuma mendekat karena melihat ada keributan,” katanya.

Kuasa hukum keluarga korban penembakan, Iir Sugiarto meminta polisi agar mengungkap kasus ini secepatnya. Sejak dilaporkan pada 24 Juli 2019 hingga saat ini, belum ada perkembangan atas penanganan kasus tersebut.

“Kami minta pelaku diproses secepatnya agar tercipta keadilan. Akibat penembakan ini telah mengancam keberlangsungan hidup istri dan kelima anak  yang ditinggal almarhum. Apalagi almarhum merupakan tulang pungung keluarga,” katanya.

Diketahui, almarhum ditemukan terkapar dengan luka tembak pada bagian dada di Simpang Macan Lindungan pada 22 Juli silam. Kejadian ini bahkan viral di media sosial (medsos). Pelaku penembakan yakni sopir truk yang sekaligus polisi. Baik pelaku penembakan maupun keluarga korban sama-sama telah membuat laporan polisi atas peristiwa tersebut.


Editor : Donald Karouw