Kabur Sejak Mei, Prada Deri Pramana yang Mutilasi Pacarnya Ditangkap di Banten

Guntur, Okezone ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 08:41 WIB
Kabur Sejak Mei, Prada Deri Pramana yang Mutilasi Pacarnya Ditangkap di Banten

Korban mutilasi Fera Oktaria bersama Bripda Deri Pramana. (Foto: Istimewa)

PALEMBANG, iNews.id – Masih ingat dengan kasus mutilasi Fera Oktaria (21), karyawati minimarket di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel)? Setelah buron selama sebulan, pelaku mutilasi yang juga kekasih korban, Prada Deri Pramana (DP), akhirnya ditangkap Tim gabungan dari Denpom II/IV Sriwijaya, Kamis (13/6/2019).

Komandan Denpom II/IV Sriwijaya, Letkol Unggul mengatakan, Prada Deri Pramana ditangkap di salah satu daerah di Provinsi Banten. “Betul, tersangka sudah ditangkap dan sedang dalam perjalanan. Untuk lebih jelas ditangkap di mana, nanti akan disampaikan langsung oleh Kapendam (Kodam II/Sriwijaya),” ujarnya.

Kasus ini berawal dari penemuan mayat yang sudah membusuk dan tanpa busana di sebuah kamar penginapan di kawasan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Jumat, 10 Mei 2019 lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Mayatnya dimutilasi dan bagian tubuhnya disembunyikan di dalam kasur.

BACA JUGA:

Karyawati Minimarket Jadi Korban Mutilasi di Kamar Penginapan

Terduga Pelaku Mutilasi di Musi Banyuasin yang Juga Kekasih Korban Anggota TNI 

Belakangan identitas korban terungkap, bernama Fera Oktaria (21), asal Kota Palembang. Korban kesehariannya bekerja sebagai karyawan minimarket di Jalan Sudirman Kota Palembang. Fera diketahui masuk penginapan bersama seorang laki-laki beberapa hari sebelumnya, Selasa (7/5/2019).

Petugas juga menemukan dua koper yang diduga akan dipakai pelaku untuk membuang mayat korban. Selain itu, di kamar juga terdapat obat nyamuk, pentol korek dan minyak tanah, yang diduga dipersiapkan untuk membakar mayat korban. Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku diketahui pacar korban sendiri, Prada Deri Pramana, yang langsung kabur usai melakukan perbuatan kejinya.

Petugas Polsek Sungai Lilin dan Polres Musi Banyuasin kemudian berkoordinasi dengan Kodam II/Sriwijaya untuk mencari keberadaan tersangka yang berdinas di jajaran Kodam II/Sriwijaya.


Editor : Maria Christina