Kapal Terbakar saat Isi BBM di Sungai Musi, Begini Cerita Saksi

Guntur ยท Kamis, 20 Desember 2018 - 21:45 WIB
Kapal Terbakar saat Isi BBM di Sungai Musi, Begini Cerita Saksi

Petugas saat mengevakuasi salah satu korban kapal jukung yang terbakar di Sungai Musi. (Foto: iNews/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id – Penyebab terbakarnya kapal jukung Jasa Mulya di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Barat (Sumbar), masih dalam penyelidikan. Seluruh korban kapal nahas itu kini menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit (RS) karena mengalami luka bakar hingga patah kaki.

Informasi yang dirangkum iNews, terbakarnya kapal jukung terjadi saat sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Terapung, tepatnya di Sungai Musi Kelurahan Tujuh Ulu Palembang, Kamis (20/12/2018). Dalam peristiwa itu, tujuh orang luka-luka dan seorang operator SPBU Terapung dilaporkan hilang.

Di dalam kapal tersebut juga terdapat BBM jenis premium dan solar, masing-masing 10 drum. Selain itu, kapal jukung yang terbakar mengangkut pupuk serta bahan sembako yang akan dibawa ke wilayah perairan Banyuasin, Sumsel.

BACA JUGA:  Video Detik-Detik Kapal Terbakar di Bawah Jembatan Ampera Sungai Musi

Saksi di TKP Bowo Kiswantoro menuturkan, saat kejadian kapal jukung Sumber Agung yang dinaikinya baru saja berlabuh di belakang Kapal Jasa Mulya. Dirinya masih berada di dalam kapal saat terjadi ledakan pertama.

“Posisi kami di belakang, tiba-tiba kapal itu meledak. Aku sampai terlempar di dalam kapal dan kejatuhan keramik. Aku dengar nakhoda panggil-panggil aku, dikiranya aku sudah mati,” ujarnya.

Dia menceritakan, usai keluar dari kapal melihat ada beberapa orang yang berada di dalam air dan hanyut terbawa arus. Saksi bersama sejumlah warga lainnya di TKP langsung bergegas menolong mereka.

“Aku lihat ada tiga orang yang hanyut. Aku hanya tolong satu orang karena tali cuma satu dan kutarik dia. Masih terdengar beberapa kali bunyi ledakan, tapi aku gak tahu kapal itu mengangkut apa,” ucapnya.

Diketahui, kapal jukung Jasa Mulya yang terbakar hanyut terbawa arus ke arah hilir Sungai Musi. Kapal itu sempat melewati bagian bawah Jembatan Ampera hingga arus lalu lintas terhenti total karena asap hitam tebal dan menimbulkan kepanikan. Kapal akhirnya karam sekitar 1 Km dari jembatan tersebut.


Editor : Donald Karouw