Karyawati Minimarket Jadi Korban Mutilasi di Kamar Penginapan

Berli Zulkanedy, Melly Puspita ยท Sabtu, 11 Mei 2019 - 14:32 WIB
Karyawati Minimarket Jadi Korban Mutilasi di Kamar Penginapan

Ilustrasi korban mutilasi. (Foto: Dok iNews).

MUSI BANYUASIN, iNews.id - Sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan membusuk di sebuah penginapan kawasan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Jasad korban dimutilasi dan bagian tubuhnya disembunyikan di dalam kasur.

"Korban dimasukkan dalam kasur oleh pelaku. Kasur jenis spring bed yang dipotong dan mayat korban dimasukkan ke dalamnya," kata Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Andes Purwati, kepada wartawan di Mapolres Musi Banyuasin, Sumsel, Sabtu (11/5/2019).

Korban akhirnya diketahui bernama Fera Oktaria (21) asal Kota Palembang. Jasadnya ditemukan pada Jumat (10/5/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Jasad perempuan muda ini dalam kondisi tanpa busana dan tangan terpotong.

BACA JUGA: Dihajar Pemilik Cafe, PSK di Musi Banyuasin Babak Belur

Fera diketahui masuk penginapan bersama seorang pria beberapa hari sebelumnya, Selasa (7/5). Korban kesehariannya bekerja sebagai karyawan minimarket di Jalan Sudirman Kota Palembang.

"Korban ditemukan sudah membusuk dan mengalami sejumlah memar khususnya di wajah dan leher," ujar Andes.

Petugas juga menemukan dua koper yang diduga akan dipakai pelaku untuk membuang mayat korban. Selain itu, di kamar juga terdapat obat nyamuk, pentol korek dan minyak tanah, dinilai untuk membakar mayat korban.

BACA JUGA: Mutilasi Pria dalam Koper Gara-gara Rp100.000, Begini Kronologinya

"Semua benda itu diduga sebagai timer untuk membakar mayat korban. Namun obat nyamuk tersebut mati sebelum sampai pada pentol korek," ujar dia.

Diketahui, mayat wanita tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan autopsi.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, kini polisi mulai mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi di lokasi. Polisi menyebut sudah mulai menemukan titik terang mengenai pelaku.

"Pelaku sudah ada titik terang. Mudah-mudahan cepat terungkap," ujar Supriadi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal