Kronologi Pembunuhan Sadis Mahasiswi UIN Palembang di Muara Enim

Berrie Brima ยท Sabtu, 02 Februari 2019 - 21:07 WIB
Kronologi Pembunuhan Sadis Mahasiswi UIN Palembang di Muara Enim

Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan mahasiswi UIN Palembang, diamankan Polres Muara Enim, Sumsel, Jumat (1/2/2019) malam. (Foto: iNews/Berrie Brima)

PRABUMULIH, iNews.id – Pembunuh dan pemerkosa mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), di Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, mengungkapkan kronologi aksi sadisnya. Pelaku Upuzan Sairan (30) yang ditangkap Polres Muara Enim mengaku tak hanya membunuh korban Fatmi Rohanayanti (20), tapi juga dua kali memerkosanya.

Pelaku mengaku sudah merencanakan aksinya sehari sebelumnya, Rabu (30/1/2019). Awalnya dia hanya berniat mencuri sepeda motor korban. Keesokan harinya, Kamis (31/1/2019), pelaku mengintai korban. Setelah korban mengantarkan kedua orang tuanya ke kebun, pelaku yang memakai penutup wajah mencegat korban dengan menggunakan sebatang kayu.

Korban yang ketakutan akhirnya menyerahkan sepeda motornya. Namun saat menyerahkan sepeda motornya, korban tiba-tiba membuka penutup wajah pelaku. Karena panik wajahnya telah diketahui korban, pelaku melukai wajah korban. Dia lalu menyuruh korban masuk ke area perkebunan karet yang biasa disadap korban bersama orang tuanya.

“Awalnya kuintai dulu dia. Habis kuintai, kucegat pakai kayu. Dia stop motornya dan ngasih motor. Trus dia buka topeng aku,” kata pelaku, Upuzan Sairan, Sabtu (2/2/2019).

BACA JUGA:

Mahasiswa UIN Palembang Tewas Tanpa Busana, Diduga Diperkosa Dulu

Pembunuh Sadis dan Pemerkosa Mahasiswi UIN Palembang Ditangkap

Pelaku selanjutnya mengikat tangan, kaki, dan mulut korban dengan pakaiannya sendiri, termasuk dengan jilbabnya. Di lokasi itu, pelaku kemudian memerkosa korban.

Setelah melampiaskan nafsunya, pelaku berniat mengubur mayat korban. Entah kenapa, dia mengurungkan niatnya. Dia malah kembali memerkosa mayat korban, lalu meninggalkannya dengan kondisi telanjang di kebun dekat aliran sungai.

“Habis kuikat, kuperkosa dua kali saat masih hidup dan setelah meninggal. Mau kukubur, tapi enggak sempat,” kata Upuzan Sairan.

Saat ditanya alasannya nekat melakukan perbuatan sadis, Upuzan mengaku membutuhkan uang. “Butuh duit,” ujarnya.

Pascapenangkapan pelaku oleh polisi, rumah orang tua pelaku dihancurkan oleh ratusan warga dari desa korban. Tak ingin warga bertindak lebih anarkis, polisi kemudia meminta bantuan dari Yonkap Serbu Karang Endah, Kabupaten Muara Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono sebelumnya mengatakan, Tim Satuan Reserse dan Kriminal Polres Muara Enim dibantu Satuan Jatanras Polda Sumsel berhasil menangkap pelaku pada Jumat malam (1/2/2019). Pelaku Upuzan Sairan (30) merupakan residivis kasus serupa pada tahun 2010.

“Pelaku awalnya hanya ingin mengambil sepeda motor korban. Masalahnya, korban menarik tutup muka si pelaku sehingga pelaku menganiaya korban. Dia kemudian memerkosa dan membunuh korban,” kata Kapolres.
 
Mahasiswi UIN Palembang, Fatmi Rohanayanti (20), warga Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, ditemukan tewas dengan kondisi tanpa busana, di semak belukar di Desa Kebun Menanti, Kecamatan Klekar, Muaraenim, Kamis (31/1/2019) sore.

Mulut korban disumpal dengan bra dan jilbab. Sementara tangan dan kakinya diikat menggunakan baju dan celana korban. Selain itu, di leher korban ditemukan bekas jeratan dan di bibirnya ada bekas pukulan.

Sebelum kejadian, korban sempat mengantarkan kedua orang tuanya pergi ke kebun untuk menyadap getah karet. Namun, setelah itu, korban tidak pulang ke rumah hingga menjelang sore. Beberapa jam kemudian, warga menemukan jasad korban tanpa busana di kebun milik kepala Desa Suban.


Editor : Maria Christina