Labfor Buktikan Tak Ada Pemerkosaan terhadap Bidan Desa di Ogan Ilir

Antara ยท Selasa, 26 Februari 2019 - 21:12 WIB
Labfor Buktikan Tak Ada Pemerkosaan terhadap Bidan Desa di Ogan Ilir

Ilustrasi tim labfor. (Foto: Dok iNews).

OGAN ILIR, iNews.id - Penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dalam dugaan kasus pemerkosaan bidan desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) tidak ada tanda-tanda bidan YL (24) yang bertugas di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, telah diperkosa.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, tim penyidik yang menangani kasus ini mendapati hasil labfor pun merasa terkejut. Karena, faktanya berbeda dengan pengakuan korban.

"Bidan desa yang mengaku diperkosa tidak didukung hasil labfor yang menunjukkan fakta berbeda, yakni hasilnya tidak ada tanda-tanda pemerkosaan," kata Zulkarnain di Mapolda Sumsel, Kota Palembang, Selasa (26/2/2019).

Selain dari hasil labfor, kejanggalan kasus dugaan pemerkosaan terhadap bidan desa YL bisa dilihat dari hasil pemeriksaan petugas di TKP poskesdes sekaligus rumah dinas bidan tersebut.

"Petugas yang melakukan olah TKP tidak menemukan sidik jari dan jejak kaki orang masuk ke dalam rumahnya," ujar dia.

BACA JUGA: Sadis, Bidan Desa di Ogan Ilir Dirampok dan Diperkosa di Poskesdes

Meskipun banyak kejanggalan, penyidik belum menyimpulkan hasil penanganan kasus tersebut. Kepolisian masih menunggu hasil visum terhadap korban untuk menjadi dasar hukum pengusutan kasus pemerkosaan itu.

"Kami belum menyimpulkan korban diperkosa atau tidak," ujar Zulkarnain.

Sebelumnya, seorang bidan desa berinisial YL (24), yang bertugas di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), dirampok dan diperkosa di poskesdes yang menjadi tempat tinggalnya selama berdinasi di sana.

Dari keterangan korban, saat kejadian listrik di desa tersebut sedang padam. Sementara suami korban sedang ke luar kota. Pelaku yang sudah di kamar korban langsung membekap korban, menganiaya, dan memerkosanya.

Usai memerkosa dan merampok barang-barang berharga milik korban, pelaku langsung kabur. Sementara korban langsung keluar dari rumah sambil menangis meminta bantuan kepada warga sekitar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal