Mahasiswa UIN Palembang Tewas Tanpa Busana, Diduga Diperkosa Dulu

Berrie Brima ยท Jumat, 01 Februari 2019 - 23:37 WIB
Mahasiswa UIN Palembang Tewas Tanpa Busana, Diduga Diperkosa Dulu

Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat mahasiswi UIN Palembang, di Desa Kebun Menanti, Kecamatan Klekar, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, Jumat (1/2/2019). (Foto: iNews/Berrie Brima)

PRABUMULIH, iNews.id – Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), ditemukan tewas dengan kondisi tanpa busana. Korban Fatmi Rohanayanti (20), warga Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, diduga diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh.

Jenazah korban Fatmi ditemukan di semak belukar di Desa Kebun Menanti, Kecamatan Klekar, Muaraenim, Kamis (31/1/2019) sore. Mulut korban disumpal dengan bra. Sementara tangan dan kakinya diikat menggunakan baju dan celana korban. Selain itu, di leher korban ditemukan bekas jeratan dan di bibirnya ada bekas pukulan.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Muara Enim AKBP Afner Juwono bersama Kapolsek Lembak AKP Indrowono usai melihat olah tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, masih mendalami motif pembunuhan tersebut. Dugaan sementara, pelaku awalnya ingin merampok korban.

“Kami masih mendalami motif yang bersangkutan. Dugaan terkait masalah ingin memiliki barang si korban, jadi perampokan,” kata Indrowono, Jumat (1/2/2019).

BACA JUGA:

Caleg DPRD Wakatobi dari Partai NasDem Tewas Dibunuh dengan Samurai

2 Laki-Laki di Pasuruan Tewas Dibunuh, Tubuh Diikat dan Dibakar    

Saat ini polisi telah memeriksa tiga orang saksi terkait penemuan mayat perempuan muda tanpa busana itu. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti pakaian korban serta sperma dan bercak darah yang ada pada korban.

“Orang-orang yang kami curigai sedang kami periksa. Kami juga menyerahkan barang bukti untuk diteliti di laboratorium forensik. Tapi, kami belum berani menyimpulkan kasus ini. Nanti kami sampaikan,” kata Afner Juwono.

Sementara menurut ibu korban, Herawati, sebelum kejadian, korban sempat mengantarkan kedua orang tuanya pergi ke kebun untuk menyadap getah karet. Namun, usai  mengatar kedua orang tuanya, korban tidak pulang ke rumah hingga menjelang sore.

Ibu korban yang memiliki firasat buruk terhadap kondisi anaknya kemudian meminta suaminya bersama warga untuk mencari anaknya yang tak kunjung pulang ke rumah. Setelah beberapa jam melakukan pencarian, warga menemukan jasad korban tanpa busana di kebun milik kepala Desa Suban.

“Saya sudah punya firasat buruk karena anak saya enggak pulang-pulang sampai sore. Ternyata warga menemukan anak saya sudah meninggal dunia,” kata Herawati.

Keluarga kini berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku pembunuh anaknya. Mereka meinta pelaku dihukum mati karena perbuatannya yang memerkosa dan membunuh korban dinilai sangat keji.


Editor : Maria Christina