Makam Warga di Ogan Komering Ilir Dibongkar Gara-gara Beda Pilihan Calon Kades

Novan Wijaya ยท Rabu, 07 Agustus 2019 - 20:55 WIB
Makam Warga di Ogan Komering Ilir Dibongkar Gara-gara Beda Pilihan Calon Kades

Warga melihat keluarga yang membongkar makam karena beda pilihan calon kades dengan pemilik lahan di Desa Serigeni Lama, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Rabu (7/8/2019). (Foto: iNews/Novan Wijaya)

OGAN KOMERING ILIR, iNews.id – Warga Desa Serigeni Lama, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mendadak heboh lantaran sebuah makam warga setempat dibongkar, Rabu (7/8/2019). Pembongkaran makam berusia 3,4 tahun itu diduga karena perbedaan dukungan calon pada pemilihan kepala desa (pilkades) yang bakal digelar 19 November 2019 mendatang.

Pantauan iNews, Rabu siang (7/8/2019), ratusan warga Desa Serigeni Lama Kayuagung memadati makam almarhumah Maimunah. Sejumlah keluarga dan warga membongkar makam warga yang meninggal dunia pada 11 April 2016 lalu itu.

Informasi diperoleh, lahan tersebut milik nenek dari warga berinisial I, warga Kampung I Desa Serigeni Lama Kayuagung, yang diduga merupakan tim pendukung salah satu bakal calon kades. Atas perintahnya, Ali selaku anak almarhumah Maimunah, harus membongkar makam ibunya.

BACA JUGA:

Beda Pilihan Caleg, Tuan Tanah Gusur Makam Kakek dan Cucu di Gorontalo

2 Makam Dibongkar, Gubernur Gorontalo: Saya Malu dan Minta Maaf

Usai dibongkar dan diangkat dari liang lahan, jasad yang hanya tinggal tulang belulang berbungkus kafan itu dibawa menggunakan perahu menyeberangi sungai. Jasad itu selanjutnya dimakamkan di lokasi baru yang letaknya di seberang Sungai Komering desa setempat.

Keluarga membongkar makam almarhumah Maimunah di Desa Serigeni Lama, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Rabu (7/8/2019). (Foto: iNews/Novan Wijaya)


Ali mengatakan, makam ibunya terpaksa dibongkar lantaran dirinya yang masih memiliki ikatan keluarga dengan pemilik lahan, berbeda dukungan bakal calon yang akan bertarung di Pilkades Serigeni Lama. Dia menolak saat diminta untuk mendukung bakal calon kades pilihan pemilik lahan makam.

Karena merasa bertolak belakang dengan nurani, Ali lantas memilih untuk memindahkan saja makam orang tuanya. Rasanya memang sedih dan miris. Namun, dia dan keluarga sebenarnya tidak ingin ada konflik hanya karena permasalahan perbedaan pandangan.

Ali menambahkan, sebenarnya ada empat makam yang harus dipindahkan karena beda pilihan calon kades itu. Tapi, keluarga menolak untuk memindahkan makam. Karena itu, hanya makam almarhumah Maimunah yang dibongkar dan dipindahkan.

“Kami diusir dari sini karena tidak tunduk dengan dia memilih calon kades di pilkades, padahal ini aja belum pendaftaran. Jadi karena beda pandangan, beda pilihan, makam disuruh dibongkar,” kata Ali.


Keluarga membawa jasad almarhumah Maimunah dengan perahu menyeberangi sungai dari Desa Serigeni Lama untuk dimakamkan di desa lain. (Foto: iNews/Novan Wijaya)

Sementara salah satu tokoh adat Desa Serigeni Lama, Jamik menjelaskan, permasalahan pemindahan makam karena persoalan beda pilihan kades di pilkades mendatang. Sebelumnya sudah ada mediasi antara kedua pihak yang sebetulnya masih ada hubungan kekeluargaan. Namun, keputusan akhir, pemindahan makam tetap berlanjut.

“Mereka ini sebenarnya masih berkeluarga dan sudah ada mediasi antara keluarga. Keputusannya, Ali tetap harus membongkar makam almarhumah ibunya,” ujarnya.

Sementara aparat pemerintah desa maupun Pemkab Ogan Komering Ilir tidak mengetahui masalah pembongkaran lahan warga dipicu beda pilihan calon kades itu. Pemilik lahan pemakaman tersebut juga belum berhasil dikonfirmasi.


Editor : Maria Christina