Mandor Perkebunan PT Pinago Utama Ditembak OTK di Musi Banyuasin

Edi Lestari ยท Kamis, 14 Maret 2019 - 20:24 WIB
Mandor Perkebunan PT Pinago Utama Ditembak OTK di Musi Banyuasin

Korban penembakan Ediwanto yang merupakan mandor perkebunan PT Pinago Utama terbaring dalam perawatan di RSUD Sekayu. (Foto: iNews/Edi Lestari)

MUBA, iNews.id – Kasus penembakan terjadi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Seorang mandor perkebunan PT Pinago Utama jadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK), Kamis (14/3/2019).

Informasi yang dirangkum iNews, peristiwa itu terjadi di halaman teras rumah korban bernama Ediwanto di Kecamatan Babat Toman. Dia ketika itu sedang bersama rekannya dan berencana akan pergi. Saat korban membuka pintu mobil, terdengar bunyi letusan tembakan dan seketika dirinya jatuh tersungkur.

“Saya dengar bunyi ledakan dan langsung keluar rumah. Saya lihat suami saya sudah terjatuh di dekat mobil dan ada darah di punggungnya. Dia juga muntah darah,” ujar Ertina Sinaga, Istri korban.

BACA JUGA: Ketua Tim Pemenangan PBB Bantaeng Tewas Dipanah, Yusril Berduka Cita

Dia mengatakan, saat kejadian suasana gelap dan remang-remang sehingga tidak dapat mengetahui asal arah peluru tersebut. Apalagi di bagian seberang tempat tinggal mereka ada perbukitan dan saat kejadian sedang gerimis hujan.

“Suasananya remang-remang gelap. Tidak terlihat siapapun di lokasi,” katanya.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Bersama anggota keluarga korban, mereka mengevakuasi Ediwanto ke RSUD Kota Sekayu Muba.

“Ada dua luka di bagian punggung dan proyektil peluru bersarang di bagian jakun korban,” ujar Kanit Pidum Polres Muba Iptu Dedi Heryanto.

Dia mengungkapkan belum dapat memastikan jenis senjata api yang digunakan karena masih harus menunggu pengangkatan proyektil.

“Kasusnya masih diselidiki dan terus kami dalami,” ucapnya.

Diketahui, saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sekayu. Kondisinya membaik usai menjalani operasi pengangkataan peluru namun belum dapat diajak berbicara.


Editor : Donald Karouw