Mengaku Dengar Bisikan Gaib, Sholihin Bunuh Anaknya yang Masih 3 Tahun

Sindonews ยท Senin, 10 Desember 2018 - 17:15 WIB
Mengaku Dengar Bisikan Gaib, Sholihin Bunuh Anaknya yang Masih 3 Tahun

Ilustrasi pembunuhan balita. (Foto: Okezone)

MUSI BANYUASIN, iNews.id – Seorang ayah di Desa Karya Maju, Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tega membunuh anak kandungnya yang baru berusia tiga tahun. Pelaku mengaku mendengar bisikan gaib hingga akhirnya tega menggorok leher korban hingga nyaris putus menggunakan parang.

Entah apa yang ada dipikiran Solihin (40) warga Desa Karya Maju, Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Tanpa alasan yang jelas, dirinya tega membunuh anak kandungnya berinisial NF (3) yang sedang tertidur di dalam kamar, Senin (10/12/2018) dini hari tadi.

Pembunuhan anak kandung ini terjadi, sekitar pukul 02.30 WIB. Pelaku menggorok leher korban hingga nyaris putus dengan menggunakan parang. "Pelaku beserta barang bukti sudah kita amankan," ujar Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti, melalui Kapolsek Keluang Iptu Septa Eka Yanto, Senin (10/12/2018).

Informasi yang dihimpun, saat peristiwa itu terjadi, sang anak tengah terlelap tidur. Sedangkan istri pelaku yakni Juningsing tengah menjalankan salat tahajud di kamar lain. Sementara, orang tua pelaku yakni Siti Aminah tengah berada di dapur untuk makan sahur.

Usai makan sahur, secara tiba-tiba, Siti Aminah mendengar suara cucunya korban NF memanggil sebanyak dua kali. Mendengar panggilan itu, Siti langsung menghampiri kamar korban, namun saat dalam perjalanan ke kamar Siti melihat pelaku membawa parang dengan tangan bersimbah darah.

"Mengetahui kejadian itu, orang tua pelaku dibantu istri berusaha mengambil parang dari tangan pelaku," kata Eka.

Di saat itu, anak pelaku yang lain langsung berlari keluar menuju rumah sang kakek, Hoirini yang tepat berada di sebelah. Sesampainya di rumah pelaku, sang kakek Hoirini mendapati istri pelaku telah pingsan di dapur. Sedangkan istrinya berada di ruang tengah sembari menangis bersama korban yang saat itu sudah tewas akibat luka pada bagian leher.

Sementara pelaku berada di ruang tengah dengan posisi diam. Selanjutnya, sang kakek langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Dusun yakni Tumino. Laporan itu kemudian dilanjutkan ke Kapospol dan diteruskan ke Polsek Keluang.

"Dugaan sementara pelaku mengalami gangguan jiwa. Sebab, tiga bulan yang lalu, pelaku sempat terjatuh dari sarang burung walet yang menyebabkan kepalanya terbentur.

Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif pelaku membunuh anaknya sendiri. “Saat melakukan (menggorok korban) pelaku mengaku mendapat bisikan. Namun semuanya masih kami dalami untuk mengetahui motif sebenarnya," ujar Eka.


Editor : Himas Puspito Putra