Miris, 6.000 Ton Beras Membusuk di Gudang Bulog OKU Sumsel

Widori Agustino ยท Senin, 04 Februari 2019 - 21:41 WIB
Miris, 6.000 Ton Beras Membusuk di Gudang Bulog OKU Sumsel

Beras yang membusuk di Gedung Bulog Subdivre OKU di Kabupaten OKU Timur, Sumsel, Senin (4/2/2019). (Foto: iNews/Widori Agustino)

BATURAJA, iNews.id – Sekitar 6.000 ton beras ditemukan membusuk di gudang milik Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Ogan Komering Ulu (OKU) di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (4/2/2019). Penemuan ini membuat miris karena terjadi di tengah-tengah banyaknya warga yang masih membutukan beras.

Tumpukan beras busuk ini ditemukan oleh anggota DPRD Kabupaten OKU saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog, tepatnya Gudang Trukis Rahayu. Mereka sebelumnya mendapat laporan dari warga mengenai ribuan ton beras yang tertimbun dan membusuk di sana.

Begitu anggota DPRD OKU masuk ke gudang, bau menyengat menyeruak dari tumpukan ribuan karung beras di Gudang Bulog Subdivre OKU. Saat mereka memeriksa karung-karung beras, ternyata memang isinya beras yang sudah membusuk.


BACA JUGA: Beras Bulog Tidak Laku, Buwas: Stoknya Masih Banyak


Kondisi itu membuat para anggota DPRD OKU yang dipimpin Ketua Komisi III Yopi Syahrudin prihatin dan kecewa. Para wakil rakyat ini marah menemukan beras yang seharusnya sudah disalurkan kepada masyarakat miskin, sudah tidak layak lagi dikonsumsi. Bahkan, kondisinya rusak berat. Belum lagi memikirkan kerugian negara karena hal itu. 

“Kami sangat prihatin, sangat kecewa, dan marah dengan kondisi ini mengingat penduduk di tiga kabupaten OKU Raya masih banyak yang tingkat perekonomiannya rendah. Di sisi lain, 6.000 ton beras disia-siakan seperti ini. Berapa anggaran yang sia-sia dan ini tidak dapat dikonsumsi oleh masyarakat kita,” kata Ketua Komisi III DPRD OKU Yopi Syahrudin.

Ketua Komisi III DPRD OKU Yopi Syahrudin melihat beras yang membusuk di Gedung Bulog Subdivre OKU di Kabupaten OKU Timur, Sumsel, Senin (4/2/2019). (Foto: iNews/Widori Agustino)


Pascasidak tersebut, DPRD OKU berencana segera memanggil pihak Bulog untuk memberikan pertanggungjawaban terkait kondisi itu. Bulog harus bisa menjelaskan keapda masyarakat penyebab ribuan ton beras membusuk di gudang itu sementara masyarakat masih banyak yang membutuhkan beras.

“Kami akan koordinasi, kami segera memanggil Bulog. Kami pingin tahu apa penyebab ini dan harus mendapat solusi. Bulog harus bertanggung jawab atas kondisi ini karena 6.000 ton di OKU Raya bukan sedikit,” kata Yopi Syahrudin.

Sementara salah seorang staf Gudang Bulog Terukis Rahayu, Mukhsin mengatakan, di gudang itu terdapat 3.000 ton beras produksi tahun 2015 dan 200 ton gula tahun 2018. Beras yang sudah busuk juga disimpan di beberapa gudang Bulog lain sehingga total ada 6.000 ton yang kondisinya sudah membusuk. Bulog membeli beras dari mitranya FH dan BR seharga Rp8.000 per kilogram (kg).

“Saya enggak tahu kendalanya kenapa beras ini tidak didistribusikan. Kami memang sudah melakukan perawatan, tapi kendalanya mungkin di hama beras yang sebelumnya sudah banyak,” katanya.

Terpisah, Gubernur Sumsel Herman Deru juga angkat bicara saat terkait keberadaan ribuan ton beras tersebut. Dia pun sangat menyayangkan jika benar itu terjadi. Artinya ada yang salah dengan manajemen gudang dan pengelolaan Bulog di OKU. “Manajemen pergudangannya harus dibenahi,” katanya.

Pantauan di Gudang Bulog Terukis Rahayu, bukan hanya 3.000 ton beras saja yang tertimbun membusuk. Anggota DPRD OKU juga menemukan 200 ton gula pasir yang sudah kedaluwarsa.


Editor : Maria Christina