Motif Ibu Muda Bunuh Bayi di Palembang karena Kesal Pacarnya Tidak Bertanggung Jawab

Mohammad David ยท Selasa, 05 November 2019 - 17:54 WIB
Motif Ibu Muda Bunuh Bayi di Palembang karena Kesal Pacarnya Tidak Bertanggung Jawab

ST yang tega membunuh bayinya hanya bisa tretunduk saat dibawa ke Mapolresta Palembang. (Foto: iNews/Mohamad David)

PALEMBANG, iNews.id – Aksi sadistis asisten rumah tangga berinisial ST (36) yang tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya dengan cara dimasukkan ke mesin cuci menggegerkan warga Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan ilir Barat, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Peristiwa tragis dan memilukan itu terjadi, Senin (4/11/2019). Kasus itu terungkap  saat rekan kerja pelaku mendengar suara tangisan bayi. Saat dicari, sumbernya berada dari dalam mesin cuci.

BACA JUGA: Kronologi Ibu Muda di Palembang Bunuh Bayi dengan Cara Dimasukkan dalam Mesin Cuci

Dia langsung menolong dan membawa bayi itu ke Rumah Sakit (RS) Siloam. Meski sempat mendapat pertolongan, namun nyawa sang bayi tak tertolong.

Selanjutnya jenazah bayi laki-laki ini dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani visum dan memastikan penyebab kematiannya.

Sedangkan ST kini sudah ditahan di Mapolresta Palembang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kepada penyidik, ST mengaku melahirkan bayinya tanpa bantuan orang lain di rumah majikannya Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang.

Seusai persalinan, dia menghubungi pria yang telah menghamilinya namun tak mau bertanggung jawab.

“Pacar saya tidak mau bertanggung jawab. Saya sudah menjalin hubungan dengannya selama setengah tahun,” katanya di Mapolresta Palembang, Selasa (5/11/2019).

BACA JUGA: Temuan Bayi Baru Lahir di Dalam Mesin Cuci Gegerkan Warga Palembang, Korban Meninggal di RS

Mengetahui sang pacar tak mau bertanggung jawab, ST akhirnya nekat membunuh bayinya dengan cara membungkus bayi dengan kain dan memasukanya ke dalam mesin cuci.

Tersangka diketahui telah berpisah dengan suaminya selama tujuh tahun dan dikarunia dua anak. Saat ini, tersangka masih diperiksa intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polresta Palembang.


Editor : Kastolani Marzuki