Mutilasi di Ogan Ilir Mulai Ada Titik Terang, Polisi: Pelaku Lebih dari 1 Orang

Firdaus ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 16:26 WIB
Mutilasi di Ogan Ilir Mulai Ada Titik Terang, Polisi: Pelaku Lebih dari 1 Orang

Kapolres Ogan Ilir AKBP Ghazali Ahmad. (Foto: iNews/Fitriadi)

OGAN ILIR, iNews.id – Kasus pembunuhan sadis dengan cara mutilasi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) mulai menunjukkan titik terang. Hasil pemeriksaan saksi dan forensik, polisi menduga pelaku lebih dari satu orang.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Ghazali Ahmad mengungkapkan perkembangan kasus mutilasi yang menggemparkan warga Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, pada Lebaran 2019. Setelah sepekan penyelidikan, polisi mulai mengarah kepada pelaku dan segera mengungkap kasus dalam waktu dekat.

“Insya Allah sudah ada titik terang, tinggal kami pertajam lagi untuk mengarahkannya ke pelaku. Jika kami pelajari hasil autopsi forensik dan lihat bekas lukanya, itu lebih dari satu orang (pelaku),” ujar Ghazali, Jumat (14/6/2019).


BACA JUGA:

Kasus Pembunuhan dan Mutilasi di Ogan Ilir Masih Kabur, Polisi Periksa 16 Saksi

Geger Temuan Mayat Pria Korban Pembunuhan dan Mutilasi di Ogan Ilir Sumsel


Sebab itu, Kapolres memperingatkan agar pelaku segera menyerahkan diri. Petugas tak akan segan bertindak tegas dalam menangkap terduga pelaku pembunuhan.

“Kami imbau bagi pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum petugas melakukan penangkapan dan bertindak tegas,” katanya.

Menurutnya, selain penyelidikan untuk mengungkap pelaku, polisi juga masih mencari potongan tubuh korban yang hilang. Di mana saat ditemukan, korban bernama Karoman dimutilasi pada bagian kepala dan kedua tangannya.

“Kami pastikan pelaku terjerat sanksi berat hingga pidana hukuman mati jika terbukti ini pembunuhan berencana,” ujarnya.

Diketahui, Karoman ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di tepi Sungai Pinang, Kamis (6/6/2019). Tubuhnya dimutilasi bahkan terdapat luka bekas aniaya senjata tajam di sekujur tubuh. Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima anak.


Editor : Donald Karouw