Oditur Militer Tolak Pleidoi Prada Deri Terdakwa Pemutilasi Pacar, Ini Alasannya

Sindonews, Dede Febriansyah ยท Kamis, 05 September 2019 - 15:10 WIB
Oditur Militer Tolak Pleidoi Prada Deri Terdakwa Pemutilasi Pacar, Ini Alasannya

Prada Deri Pramana, oknum TNI yang diduga membunuh dan memutilasi kekasihnya. (Foto: SINDOnews/Dede Febriansyah)

PALEMBANG, iNews.id - Oditur Kejaksaan Militer Palembang menolak nota pembelaan atau pleidoi Prada Deri Pramana dalam replik (tanggapan atas pleidoi) yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (5/9/2019). Oditur Militer berpendapat, tuntutan dan dakwaan yang telah disusun sudah sesuai dengan fakta hukum dan alat bukti yang dihadirkan selama persidangan.

"Kesimpulan pleidoi kuasa hukum dan terdakwa tidak menunjukan kekeliruan. Kami yakin tuntutan kami tidak tergoyahkan atas pembelaan penasihat hukum dan terdakwa. Kami tetap pada tuntutan kami dan serahkan putusan persidangan kepada majelis hakim," ucap Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar saat membacakan replik di muka sidang Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (05/09/2019).

Seusai Oditur membacakan tanggapan, majelis hakim yang diketuai Letkol Chk Khazim menunda persidangan. Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan untuk memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa menyiapkan tanggapan atau duplik.


BACA JUGA:

Prada Deri Pemutilasi Pacar Minta Keringanan Hukuman, Ibu Korban Mengamuk

Prada Deri Permana Pemutilasi Pacar Menangis saat Dituntut Penjara Seumur Hidup


Sementara itu, Kepala Oditur Militer Palembang Kolonel Chk Mukholid menegaskan, sama seperti tuntutan dan dakwaan, replik yang disampaikan dalam persidangan juga disusun sesuai dengan fakta-fakta selama persidangan.

"Kami tetap yakin dengan dakwaan dan tuntutan semula sehingga menolak nota pembelaan penasihat hukum terdakwa," kata Mukholid ketika ditemui usai persidangan.

Diketahui, Prada Deri Pramana terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Fera Oktavia dan dituntut dengan hukuman seumur hidup serta dipecat dari TNI. Dia didakwa melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.


Editor : Donald Karouw

TAG :