Pangdam II/Sriwijaya: Pembakar Hutan dan Lahan adalah Teroris Lingkungan Hidup

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 20 Agustus 2019 - 23:29 WIB
Pangdam II/Sriwijaya: Pembakar Hutan dan Lahan adalah Teroris Lingkungan Hidup

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan saat meninjau kondisi karhutla di Sumsel, Selasa (20/8/2019). (Foto: Puspen TNI)

PALEMBANG, iNews.id – Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan pembakar hutan dan lahan (karhutla). Hingga saat ini, karhutla di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan mencapai seluas lebih dari 500 hektare. Karena itu dinilainya perlu ada penindakan tegas.

“Kami mengatakan pelaku pembakar lahan ini adalah teroris. Teroris lingkungan hidup karena itu harus kita perangi bersama,” ujar Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, sebagaimana disampaikan Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, persoalan karhutla tidak hanya berbicara soal kerusakan lingkungan namun juga kesehatan masyarakat. Kondisi karhutla di Sumsel tahun ini menjadi perhatian dan hal yang serius.


“Ini sudah extra ordinary crime, kejahatan luar biasa. Kecil kemungkinan ini terbakar sendiri. Sangat besar kemungkinan dibakar pihak lain. Karena itu, ini kategori kejahatan,” ujarnya.

Kapendam mengungkapkan, Pangdam II/Swj juga telah memerintahkan untuk menindak tegas di lapangan terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Instruksi ini setelah diketahui berdasarkan hasil penelitian, jika 99 persen penyebab kebakaran merupakan ulah manusia dan sisanya karena alam.

“Tapi itukan sangat kecil dan harus ada tindakan tegas agar jadi efek jera. Kebakaran lahan di wilayah Sumsel diduga disengaja untuk membuka lahan, bukan karena bencana alam,” katanya.

Tidak hanya tindakan tegas, berbagai upaya untuk pencegahan karhutla terus dilakukan. Saat ini sudah ada 5 heli water bombing dikerahkan untuk memadamkan lokasi lahan yang terbakar.

Sementara tim Satgasgab Terpadu terus melakukan sosialisasi tentang pelarangan membuka lahan dengan cara membakar dengan mendatangi desa-desa rawan karhutla serta memasang sepanduk yang berisi imbauan.

Kebakaran tidak hanya kawasan gambut namun juga daerah rawa mineral. Beberapa wilayah yang rawan terjadi kebakaran yakni Musi Banyuasin, khususnya di Kecamatan Bayung Lincir, Sanga Desa, Sungai Lilin. Sementara di Kabupaten Banyuasin, pada kawasan pantai timur. Kemudian di Kabupaten OKI, daerah OI, Muara Enim dan Musi Rawas.

Dalam rangka penanganan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Sumsel, TNI khususnya Kodam II/Swj telah mengerahkan ribuan prajurit yang tersebar di desa-desa, Kecamatan/Kabupaten di wilayah rawan. Anggota bersama jajaran Polri, BPBD, BNPB, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) tergabung dalam Satgas Darat Karhutla yang dipimpin Danrem 044/Gapo. Sementara Satgas Udara dipimpin Danlanud SMH Palembang.

“Kami berharap, khususnya Pemerintah Daerah untuk turun tangan semuanya. Ini sudah darurat dan jadi prioritas. TNI sifatnya hanya membantu, karena itu kami minta semua pemda menggerakkan jajarannya, terutama dukungan sarana dan prasarana,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw