Panglima Minta Prajurit TNI AD Pertahankan Kemampuan Perang Konvensional

Widori Agustino ยท Selasa, 20 Agustus 2019 - 07:45 WIB
Panglima Minta Prajurit TNI AD Pertahankan Kemampuan Perang Konvensional

Acara puncak Latihan Antarkecabangan TNI AD Kartika Yudha 2019 di Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Senin (19/8/2019). (Foto: iNews.id/Ahmad Islamy Jamil).

BATURAJA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta kepada seluruh prajurit TNI AD untuk senantiasa mempertahankan keahlian atau kemampuan dalam perang konvensional. Dia menuturkan, meskipun saat ini seluruh peralatan yang dimiliki TNI AD sudah canggih dan modern, kemampuan perang di hutan dan berbagai medan tempur lainnya tetap harus selalu dilatih.

Pesan itu disampaikan Panglima Hadi seusai menyaksikan langsung puncak Latihan Antarkecabangan TNI AD Kartika Yudha 2019 di Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Senin (19/8/2019). Turut mendampingi panglima dalam kegiatan itu KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa.

Menurut Hadi, saat ini dunia sudah memasuki perang generasi kelima, yakni perang siber. Seluruh peralatan tempur yang dimiliki Indonesia pun saat ini semakin canggih, karena semunya sudah dikendalikan oleh komputer.

"Bahkan Indonesia sendiri sekarang sudah melakukan regenerasi terhadap seluruh peralatan perangnya mulai dari tank, helikopter, pesawat tempur, dan lain sebagainya," tutue Hadi, kemarin.

Kendati demikian, panglima tetap mengingatkan seluruh prajurit TNI AD agar mempertahankan kemampua istimewa mereka dalam perang konvensional. Perang konvensional itu adalah perang di dalam hutan dan di dalam kota.

BACA JUGA: Panglima TNI dan KSAD Hadiri Latihan Antarkecabangan TNI AD di Martapura

"Jadi keduanya harus seimbang. Prajurit TNI AD mesti memiliki skill bertempur yang baik, tetap wajib mengasah kemampuan agar pandai menggunakan peralatan tempur canggih. Sehingga, apa pun bentuk ancaman terhadap NKRI bisa dipatahkan dengan sempurna," ujarnya.

Mengenai pelaksanaan puncak Latancab Kartika Yudha 2019 di Martapura, Panglima Hadi mengaku bangga dengan kemampuan seluruh ribuan prajurit TNI AD yang terlibat. Mereka, kata dia, mahir bertempur di segala medan pertempuran, baik di darat maupun udara.

Para peserta juga sigap bertempur di dalam hutan dan piawai menggunakan peralatan tempur canggih yang sudah dimiliki.

Dankodiklat Letjen TNI Am Putranto selaku Komandan Latihan (Danlat) Ancab 2019 mengatakan, latihan kemarin diadakan untuk menyinergikan antarkecabangan TNI AD dan mempersiapkan Latihan Gabungan pada September mendatang.

Dia menjelaskan, Latancab Kartika Yudha tahun ini dilaksanakan sejak 24 Juli hingga 21 Agustus 2019 dan puncaknya digelar kemarin dengan materi Dinamika Operasi Serangan. Lancab TNI AD Kartika Yudha 2019 melibatkan sekitar 5.000 prajurit baik sebagai penyelenggara, pelaku dan pendukung.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal