Pengantin Baru Korban Lion Air JT 610 Sempat Telepon Ibunya di Bandara

Firdaus ยท Senin, 29 Oktober 2018 - 19:58 WIB
Pengantin Baru Korban Lion Air JT 610 Sempat Telepon Ibunya di Bandara

Ibunda Reski Amelia, Ning Icah (kanan) tampak berduka mendengar anaknya turut jadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. (Foto: iNews.id/Firdaus)

PALEMBANG, iNews.id - Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Duka itu dirasakan keluarga Reski Amelia (32) satu dari 181 korban kecelakaan pesawat tersebut. Keluarga korban yang beralamat di Jalan Damai III Blok F-3 Komplek Griya Bahagia, KM 10 Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) itu berharap Amelia bisa ditemukan dalam kondisi selamat meski kemungkinannya sangat kecil.

Amelia yang bekerja sebagai staf di BPK Provinsi Bangka Belitung (Babel) itu baru empat bulan menikah tepatnya pada 24 Juni 2018 lalu.

Ibunda Amelia, Ning Icah menuturkan, sejak menikah, Amelia tinggal bersama suaminya di Jakarta. “Ya, baru empat bulan lalu menikah. Anak saya ini sudah delapan tahun jadi pegawai BPK di Jakarta dan baru dua tahun ditugaskan di Provinsi Bangka Belitung,” katanya.

BACA JUGA:

Cerita Ayah Herjuno Darpito Korban Lion Air JT 610 Asal Gunungkidul

Pangky Jadi Korban Lion Air yang Jatuh, Keluarga Berharap Ada Mukjizat

Firasat Aneh Keluarga AKBP Mito Korban Lion Air JT 610 Asal Kendal

Menurut Ning Icah, tiap akhir pekan, Amelia pulang ke rumahnya di Jakarta dan baru berangkat kembali ke Pangkalpinang untuk menjalankan tugas pada Senin subuh.

“Sebelum kejadian, anak saya sempat telepon sekitar jam 05.30 WIB saat berada di Bandara Soekarno-Hatta,” tuturnya.



Ning Icah mengaku baru mengetahui anaknya jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 setelah diberitahu menantunya. “Sekitar jam 08.30 WIB, suaminya telepon,” ucapnya.

Ning Icah berharap ada keajaiban anaknya bisa ditemukan dalam kondisi selamat. “Mudah-mudahan ada keajaiban dia bisa selamat,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki