Petugas KPPS yang Meninggal di Sumsel Bertambah Jadi 25 Orang

Antara ยท Selasa, 07 Mei 2019 - 18:47 WIB
Petugas KPPS yang Meninggal di Sumsel Bertambah Jadi 25 Orang

Seorang warga meletakkan bunga saat aksi dukacita untuk pahlawan demokrasi di Jakarta, Minggu (28/4/2019). Aksi tersebut dilakukan untuk mengenang 225 orang pejuang demokrasi yang terdiri dari petugas KPPS/KPU serta anggota Polri yang gugur saat mengawal proses Pemilu 2019. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

PALEMBANG, iNews.id – Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sumatera Selatan (Sumsel) yang meninggal dunia terus bertambah. Dari laporan yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlahnya hingga Selasa (7/5/2019) sudah mencapai 25 orang.

“Informasi yang masuk ke KPU Sumsel jumlahnya 25 orang. Informasi terakhir tiga orang masing-masing ketua dan anggota KPPS dari Kota Lubuklinggau serta Kabupaten Ogan Ilir,” kata Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana.

Menurut dia, hampir semua petugas tersebut meninggal akibat kelelahan setelah bertugas. Selain itu, penyebabnya kemungkinan faktor usia akibat proses penghitungan suara di tingkat TPS yang cukup menguras stamina dan tidak boleh dijeda.

BACA JUGA:

Update Sabtu Sore: KPPS Meninggal Dunia 440, Sakit 3.788 Orang

Hari Kedua Rekapitulasi Suara Tingkat Sumut Diwarnai Aksi Tolak People Power

Namun, ada juga petugas KPPS yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan. Salah satunya Yanto asal Kabupaten Muba, yang meninggal akibat ditabrak babi sepulang mengantar logistik Pemilu 2019. Kemudian, Ganjar asal Kabupaten Banyuasin yang meninggal akibat kecelakaan kapal cepat satu hari sebelum pencoblosan.

Kelly mengatakan, KPU Sumsel akan mengumpulkan para ahli waris petugas KPPS yang meninggal selama Pemilu 2019. Mereka akan menyerahkan santunan sebagai tanda penghormatan kepada para keluarga.

“Kami akan undang ahli warisnya 15 Mei 2019. Sebelumnya KPU Kabupaten/kota setempat telah memberi santunan. Mereka juga akan menerima santunan dari Pemprov Sumsel yang kami usulkan ke gubernur,” katanya.

Ke-25 petugas KPPS tersebut didata oleh KPU Sumsel guna menerima santunan dari KPU RI sebesar Rp36 juta, sesuai edaran Kementerian Keuangan. Saat ini, KPU Sumsel tengah menunggu petunjuk teknis dari KPU RI.

Selain itu, masih ada laporan petugas yang sakit dan dirawat. Namun, jumlahnya terus berkurang seiring sudah selesainya proses rekapitulasi tingkat kabupaten/kota.

Dia pun berharap tidak ada lagi petugas KPPS yang meninggal. Sebab, sesuai laporan KPU RI, hingga kini sudah 440 orang petugas KPPS di seluruh Indonesia meninggal dunia usai Pemilu 17 April 2019.


Editor : Maria Christina