Polda Sumsel Tetapkan 7 Tersangka Pembakaran Lahan, 2 dari Perusahaan

Antara, Donald Karouw ยท Senin, 08 Oktober 2018 - 08:23 WIB
Polda Sumsel Tetapkan 7 Tersangka Pembakaran Lahan, 2 dari Perusahaan

Sejumlah kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/10/2018). (Foto: Antara)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PALEMBANG, iNews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan pembakaran lahan di daerah itu selama 2018.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara mengatakan, dari tujuh tersangka, dua di antaranya dari perusahaan dan lima lainnya perorangan. Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena telah terbukti saat membuka lahan melakukan pembakaran.

“Oleh karena itu sebagai penegak hukum, kami menetapkan mereka sebagai tersangka. Mengenai nama perusahaan dan perorangan itu, kami belum dapat menjelaskan secara rinci karena sekarang ini masih dalam proses hukum,” paparnya di Palembang, Senin (8/10/2018).

BACA JUGA: Kebakaran Hutan di Palembang Kian Parah, Asap Pekat Selimuti Kota 

Kapolda mengatakan, pihaknya sebenarnya telah lama menyosialisasikan agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar. Karena itu, bila masih ada yang membakar lahan dan terbukti, pihaknya akan menindak sesuai hukum yang berlaku.

Polda Sumsel juga tergabung dalam satuan tugas pencegahan kebakaran hutan dan lahan di daerah tersebut. Tim ini rutin mengantisipasi dan mengatasi supaya di Sumsel tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Satgas darat pencegahan kebakaran hutan dan lahan rutin melakukan pencegahan di antaranya melakukan patroli untuk pemadaman titik api. Kebakaran hutan dan lahan dikhawatirkan menimbulkan kabut asap yang tebal sehingga dapat mengganggu kesehatan,” katanya.

Kepala Posko Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori sebelumnya mengatakan, selama 2018 ini, ada sekitar 7.300 hektare lahan yang terbakar di wilayah Sumsel. Titik kebakaran disebut sempat menurun selama Asian Games berlangsung.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang makin parah. Saat ini, asap pekat menggantung di langit Palembang pada pagi dan sore hari. Kondisi ini diperparah karena titik api meningkat setelah upaya water bombing atau pemadaman dari udara dihentikan, pasca-Asian Games.

"Selama Asian Games memang tercatat titik kebakaran menurun karena saat itu penanganan maksimal. Sekarang sudah meningkat lagi, terutama saat helikopter berhenti operasi karena tahap evaluasi," kata Ansori.


Editor : Maria Christina