Polda Terjunkan Tim Jatanras Ungkap Tewasnya Sekeluarga di Palembang

Antara, Guntur ยท Rabu, 24 Oktober 2018 - 17:48 WIB
Polda Terjunkan Tim Jatanras Ungkap Tewasnya Sekeluarga di Palembang

Tim Inafis Polda Sumsel mengevakuasi jenazah Fransiskus Xaverius dan Margaret Liana ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel. (Foto: iNews.id/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menurunkan tim Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) untuk menyelidiki kematian satu keluarga di Komplek Perumahan Villa Kebun Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal Palembang, Rabu (24/10/2018) pagi. 

"Kasus kematian pasangan suami istri Fransiskus Xaverius ONG dan Margaret Yentin Liana serta kedua anaknya Rafael Fransiskus dan Kathlyn Fransiskus masih dilakukan penyelidikan untuk mengungkap motifnya apakah bunuh diri atau dibunuh," kata Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara.

Kedua anak yang menjadi korban itu Rafael Fransiskus tercatat sebagai pelajar kelas 11 IPS di SMA Methodist 1 Palembang dan Kathlyn Fransiskus pelajar kelas 6 SD Xaverius 1 Palembang. Polda Sumsel kini membawa jenazah Fransiskus Xaverius dan Margaret Liana di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel untuk kepentingan penyelidikan.

Yoga mengatakan, setelah mendapat informasi ada satu keluarga berjumlah empat orang meninggal dunia dengan luka tembak di rumahnya, dia bersama anggota langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) Komplek Villa Kebun Sirih.

BACA JUGA:

Satu Keluarga di Palembang Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak

Kasus Tewasnya Sekeluarga di Palembang, Ada Surat yang Menggugah Hati

Petugas Unit Jatanras sekarang ini sedang melakukan olah TKP untuk mengungkap kasus tersebut dan belum bisa menyimpulkan kematian satu keluarga itu murni bunuh diri sebagaimana pembicaraan yang beredar di lokasi kejadian dan bukti potongan kertas catatan curahan hati yang diduga ditulis tangan oleh korban Fransiskus.

Potongan kertas berisi tulisan “Aku sudah sangat lelah.. Maafkan aku.. ' Aku sangat sayang dengan anak dan istriku... Choky dan Snowy (anjing peliharaan).. Aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini" sudah diamankan.

Petugas terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, berdasarkan penjelasan warga pada Selasa (23/10/2018) sekitar pukul 21.00 WIB korban Fransiskus masih sempat ngobrol dengan mereka.

“Dengan bukti dan keterangan saksi tersebut diharapkan kasus kematian satu keluarga itu bisa segera diungkap dan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” kata Yoga Baskara.


Editor : Kastolani Marzuki