Prada Deri yang Mutilasi Pacar Kabur ke Banten untuk Belajar Agama di Padepokan

Guntur, Antara ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 11:16 WIB
Prada Deri yang Mutilasi Pacar Kabur ke Banten untuk Belajar Agama di Padepokan

Foto Prada Deri Pramana yang sempat disebarkan Kodam II Sriwijaya karena kabur dari kesatuan sejak Sabtu, 4 Mei 2019 lalu dan membunuh pacarnya pada Jumat, 10 Mei 2019. (Foto: iNews/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id – Pelarian Prajurit Dua (Prada) Deri Pramana (DP) berakhir setelah ditangkap di tempat persembunyiannya di Provinsi Banten. Usai membunuh dan memutilasi pacarnya Fera Oktaria (21) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), pelaku kabur ke sebuah padepokan di Kabupaten Serang, Banten, untuk belajar agama.

Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Djohan mengatakan, hal tersebut terungkap saat pemeriksaan terhadap pelaku Prada Deri Permana, usai ditangkap Tim Denpom II Sriwijaya di Banten pada Kamis malam (13/6). Setelah melakukan aksi keji pada pacarnya, seorang kasir minimarket di Kota Palembang pada Jumat (10/5/2019), di sebuah penginapan kawasan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, pelaku langsung menuju Lampung dengan bus.

“Dalam perjalanan, pelaku bertanya kepada sesama penumpang mengenai tempat belajar agama, lalu disarankan ke Padepokan Moghyang Banten. Tapi, penumpang itu tidak tahu jika Prada Deri baru saja berbuat kriminal,” kata Djohan saat memberi keterangan pers di Palembang, Jumat, (14/6/2019).


BACA JUGA: Kabur Sejak Mei, Prada Deri Pramana yang Mutilasi Pacarnya Ditangkap di Banten


Kepada penumpang bus itu, pelaku mengungkapkan keinginannya untuk belajar agama. Saat itulah, dia mendapat alamat Padepokan Moghyang di Banten. “Dia lantas langsung ke sana,” ujar Kapendam.

Pelaku bahkan langsung bertemu dengan pimpinan padepokan. Pada saat itu, pimpinan padepokan tidak mengetahui jika Prada Deri adalah buronan TNI kasus pembunuhan.

“Selama di padepokan itu juga pelaku berkomunikasi dengan bibinya. Dari situlah kami dapatkan informasi dan langsung mengejar pelaku. Saat ditangkap pelaku tidak melawan,” kata Kapendam.


BACA JUGA: Karyawati Minimarket Jadi Korban Mutilasi di Kamar Penginapan


Dari keterangannya, Prada Deri yang berstatus masih pendidikan TNI pada saat beraksi, sempat ingin menyerahkan diri. Namun, dia merasa luar biasa takut . Pelaku juga mengaku sangat menyesali perbuatannya.

“Penangkapan Prada Deri bukti bahwa TNI-Polri tidak tinggal diam dalam mengungkap kasus yang menyedot perhatian masyarakat Sumsel ini. Selanjutnya pelaku akan diperiksa dan diserahkan ke pengadilan militer,” kata Kolonel Inf Djohan.

Kasus mutilasi ini terungkap berawal dari penemuan mayat yang sudah membusuk dan tanpa busana di sebuah kamar penginapan di kawasan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Jumat, 10 Mei 2019 lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Mayatnya dimutilasi dan bagian tubuhnya disembunyikan di dalam kasur.


Editor : Maria Christina