Rebutan Sabu, Pemuda di Palembang Tikam Sepupu Istri hingga Tewas

Firdaus ยท Rabu, 06 November 2019 - 21:55 WIB
Rebutan Sabu, Pemuda di Palembang Tikam Sepupu Istri hingga Tewas

Pelaku diamankan petugas di Mapolsek Sukaremi Palembang. (Foto: iNews/Firdaus).

PALEMBANG, iNews.id - Seorang pemuda di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), tega menikam sepupu istrinya gara-gara masalah narkoba. Korban diduga telah menghabiskan sabu yang dibawa pelaku, sehingga menimbulkan cekcok yang berujung maut.

Aksi Didi (27) sempat terekam kamera CCTV ketika dirinya berada di lorong hotel. Dia menusuk korbannya Aan di dalam ruang karoke hotel tersebut pada Oktober lalu. Setelah menikam korban, pelaku pun melarikan diri ke Kabupaten Lahat, Sumsel.

"Saya baru datang, dia pakai punya (sabu) saya," kata Didi kepada wartawan di Mapolsek Sukarami, Kota Palembang, Sumsel, Rabu (6/11/2019).

BACA JUGA: Memilukan, Pemuda di Bandung Tikam Saudara Sepupu Gara-Gara Cinta Segitiga

Pelaku dan korban sempat terlibat cekcok. Kepada polisi, Didi mengaku, sempat dipukuli oleh korban dan teman-temannya hingga dirinya nekat menusuk perut bagian kiri Aan. Pelaku mengaku, alat yang dipakai menusuk korban bukanlah pisau, namun sebuah obeng minus.

Setelah kurang lebih satu pekan menjadi buron polisi, Didi akhirnya kembali ke Kota Palembang dan menyerahkan diri ke Mapolsek Sukarami. Dia mengaku, korban masih ada ikatan saudara sepupu dengan istrinya.

"Iya, dia sepupu istri saya," ujar pelaku.

BACA JUGA: Geger, Driver Taksi Online Tewas Dibunuh di Tajur Bogor

Akibat insiden keributan tersebut, korban Aan yang awalnya masih sempat mengejar pelaku di area hotel, jatuh tersungkur. Dia meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Sukarami, Iptu Hermansyah mengatakan, pangkal masalah keributan antara korban dan pelaku lantaran masalah narkoba jenis sabu. Pelaku tak terima dengan ulah korban yang memakai sabu miliknya.

"Yang bersangkutan akan dijerat pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujar Hermansyah.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal