Santri di Ogan Ilir Tewas Misterius di Ponpes, Diduga Korban Kekerasan

Edi Lestari ยท Rabu, 24 Oktober 2018 - 13:42 WIB
Santri di Ogan Ilir Tewas Misterius di Ponpes, Diduga Korban Kekerasan

Jenazah santri Finanda Juniarta (15) saat dibawa ke rumah duka di Musi Banyuasin usai di autopsi. (Foto: iNews/Edi Lestari)

MUBA, iNews.id – Seorang santri meninggal secara misterius di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudatul Ulum, Sakatiga Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (23/10/2018). Kematian tak wajar korban pun mendorong pihak keluarga membawa jenazah ke Palembang untuk diautopsi.

Identitas korban diketahui bernama Finanda Juniarta (15), seorang santri asal Desa Muara Punjung, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Dia diduga menjadi korban penganiayaan setelah ditemukan sejumlah bekas luka lebam di beberapa anggota tubuhnya.

Informasi yang dirangkum iNews, awalnya keluarga almarhum terkejut saat menerima informasi kematian anak mereka Finanda di dalam ponpes. Sebab selama ini, almarhum tidak memiliki riwayat sakit apapun. Keterkejutan semakin menguat saat mereka menemukan ada bekas lebam di beberapa anggota tubuh korban.


BACA JUGA:

Satu Keluarga di Palembang Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak

Ayah Tiri Cabuli Anak hingga Melahirkan, Bayi Dibunuh lalu Dibuang


Mengacu dari hal tersebut, pihak keluarga pun memutuskan untuk mengautopsi korban agar mengetahui penyebab pasti kematiannya. Selanjutnya dengan menggunakan ambulans milik Partai Perindo, Finanda dibawa ke rumah sakit (RS) untuk proses autopsi. Seusai itu, selanjutnya jenazah kembali dibawa ke rumah duka untuk makamkan.

“Kami selaku pihak keluarga sangat menyayangkan pihak ponpes seakan menutupi masalah ini,” kata paman korban, Senen di Musi Banyuasin, Rabu (24/10/2018).

Dia mengungkapkan, dari tubuh korban ditemukan ada luka lebam di bagian kepala belakang, luka robek di bagian punggung kiri dan lebam pada bahu kanan. Atas kasus tersebut, pihak keluarga sudah melaporkan dugaan penganiayaan ke Mapolda Sumsel dan menyerahkan kasusnya kepada polisi.

“Kami hanya minta polisi segera mengusut tuntas kasus ini,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw