Sekuriti PT Lonsum Tewas Dibacok, 4 Tersangka Ditangkap Polda Sumsel

Firdaus ยท Rabu, 26 September 2018 - 18:40 WIB
Sekuriti PT Lonsum Tewas Dibacok, 4 Tersangka Ditangkap Polda Sumsel

Bentrokan terjadi antara warga dan pekerja PT Lonsum di Palembang, Sumsel, pada Jumat, 21 September 2018 lalu. (Foto: iNews/Firdaus)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PALEMBANG, iNews.id – Insiden berdarah yang menewaskan sekuriti PT Lonsum terjadi di Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Jumat (21/9/2018) lalu. Polda Sumsel akhirnya menangkap empat tersangka yang terkait dengan insiden itu.

Direktur Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan, empat tersangka ditangkap petugas Subdit Jatanras Mapolda Sumsel. Tiga tersangka berinisial HR, NJ, dan YN, ditetapkan terlibat langsung dalam penganiayaan sekuriti PT Lonsum yang menyebabkan korban Ristal Alam (28) tewas dengan luka bacok serta luka tusuk senjata tajam.

Sementara seorang tersangka lain berinisial RS, merupakan oknum kepala Desa Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang. RS turut diamankan karena diduga sebagai provokator terjadinya insiden berdarah di perkebunan kelapa sawit tersebut.

BACA JUGA:

Kasus Pembunuhan di Babel, Dipicu Utang Rp200.000 Nyawa Melayang

Pembunuhan Sadis, Penjaga TPA Nganjuk Tewas dengan Luka di Kepala

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya beberapa senjata tajam milik tersangka berupa samurai dan beberapa golok yang dipakai untuk menghabisi korban. Selain itu, polisi mengamankan barang bukti pakaian milik korban yang dipakai saat kejadian.

“Hasil interogasi, tiga tersangka terlibat langsung dalam penganiayaan sedangkan satu tersangka diduga sebagai yang memprovokasi. Para tersangka dikenakan dengan Pasal 170 ayat 3 dan kami arahkan pada Pembunuhan Berencana, Pasal 340 KUHP,” kata Budi Suryanto saat pemaparan kasus, Rabu (26/9/2018).

Keterangan yang diperoleh polisi, satu hari sebelum insiden terjadi, Kades Desa Suka Makmur RS diketahui mengajak warganya berkumpul untuk bermusyawarah terkait belum adanya ganti rugi lahan sawit di blok 85 dan sekitarnya. Oknum kades tersebut mengajak warganya mencegah pekerja perusahaan memanen buah sawit.

Dalam insiden berdarah pada Jumat, 21 September lalu itu, warga pun berusaha mencegah pekerja perusahaan untuk memanen buah kelapa sawit. Sementara sekuriti perusahaan berusaha menghalangi warga hingga akhirnya terjadinya bentrokan yang menewaskan sekuriti.

Sementara salah satu tersangka HR mengatakan, saat bentrok terjadi terkait sengketa lahan dengan pihak perusahaan, dirinya membacok korban dari belakang. Sedangkan saudaranya Yandri turut menikam korban menggunakan senjata tajam. “Saya hanya menikam satu kali. Waktu itu, massa ramai di lokasi,” ujarnya.


Editor : Maria Christina